News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kiki Narendra Bintangi Sinetron "Keluarga Yang Tak Dirindukan", Syuting 20 Scene Sehari

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERDANA MAIN SINETRON - Kiki Narendra perdana main sinetron dalam judul 'Keluarga Yang Tak Dirindukan', kaget bisa selesaikan 20 scene lebih dalam sehari. Kiki Narendra di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Ringkasan Berita:

  • "Keluarga Yang Tak Dirindukan" jadi debut aktor Kiki Narendra membintangi sinetron
  • Pengalaman bermain di sinetron menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda bagi Kiki
  • Proses produksi yang cepat, jadwal syuting yang padat, hingga tuntutan konsistensi emosi menjadi pengalaman baru yang harus ia pelajari dari awal

 

TRIBUNNEWS.COM - Aktor Kiki Narendra untuk pertama kalinya menjajal dunia sinetron sepanjang kariernya di dunia akting. 

Lewat sinetron "Keluarga Yang Tak Dirindukan", Kiki menghadapi tantangan baru yang membuatnya merasa gugup sekaligus bersemangat menjalani proses syuting.

Dalam sinetron tersebut, Kiki Narendra dipercaya memerankan karakter Pak Santoso, sosok ayah dalam sebuah keluarga yang memiliki dua anak bernama Firza dan Topan. 

Meski sudah lama malang melintang di dunia film dan serial, pengalaman bermain di sinetron menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda bagi Kiki.

Baca juga: Belajar dari Sinetron, Arbani Yasiz Harap Bangun Keluarga yang Teduh Bersama Raissa

“Saya berperan sebagai Pak Santoso. Bapak dari anak-anak saya, ceritanya ada Firza dan ada Topan,” ujar Kiki Narendra di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Keputusan Kiki untuk terlibat dalam Keluarga Yang Tak Dirindukan bukan tanpa pertimbangan. 

Ia secara jujur mengakui proyek ini menjadi tantangan besar karena untuk pertama kalinya ia bermain di sinema elektronik, atau yang kini kerap disebut sebagai stripping series.

“Jujur aja ini akan jadi tantangan buat gue sih. Gue belum pernah main di sinema elektronik,” ungkap Kiki.

Menurutnya, dunia sinetron memiliki ritme dan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan film layar lebar. 

Proses produksi yang cepat, jadwal syuting yang padat, hingga tuntutan konsistensi emosi menjadi pengalaman baru yang harus ia pelajari dari awal.

“Emang tidak bisa dibandingkan antara film dengan sinema elektronik (sinetron) ini, karena itu dunia yang benar-benar berbeda,” tuturnya.

Meski demikian, Kiki justru menikmati proses belajar tersebut. Ia merasa kembali berada di titik awal sebagai aktor yang harus menyerap banyak ilmu dari para pemain dan kru yang sudah lebih berpengalaman di dunia sinetron.

“Buat aku menyenangkan sekali kalau kita bisa memulai sesuatu dari nol lagi. Aku banyak banget belajar di sini, banyak banget dapat ilmu dari beliau-beliau,” katanya.

Di balik antusiasmenya, Kiki tak menampik rasa gugup yang menyertai debut sinetronnya ini. Namun, rasa deg-degan itu justru menjadi pemacu semangat untuk memberikan penampilan terbaik.

“Ya semoga hasilnya bisa dinikmati. Deg-degan aku, Mas,” pungkas Kiki sambil tersenyum.

Hal yang paling berkesan adalah dalam sinetrin tersebut dirinya melakoni sampai 20 scene lebih dalam sehari.

"Adaptasi bahwa speed tuh, cepet banget. Habis ini ini, habis ini ini. Dari tim satu pindah ke tim dua, pindah ke tim tiga. Ya, agak kaget atau berantakan sih sebenernya awal," tuturnya.

"Tapi setelah berjalan sekitar dua mingguan, baru nih mulai dapet ritmenya nih, pacenya. Oh pacenya tuh gini. Gini karena di film kan mungkin aku dalam satu hari paling banyak tuh cuman 5 scene. 8 scene. Rekor saya di sini bisa 22 scene," jelas Kiki.

Sinetron ini memotret fenomena sandwich generation bukan hanya sebagai angka di atas kertas beban finansial, melainkan luka batin yang mendalam. 

Konflik memuncak saat Firzha dan Thoriq merespons musibah ayah mereka dengan cara berbeda, menciptakan percikan ego yang mengancam keutuhan keluarga. 

Di sisi lain, ada Zahra, anak yang tumbuh besar bersama mereka tanpa ikatan darah, justru memberi sudut pandang baru tentang arti kesetiaan.

Tak hanya Kiki Narendra, serial ini akan dibintangi oleh Arbani Yasiz, Miqdad Addaussy, Nabila Zavira, Irene Librawati. Rencananya sinetron tersebut akan tayang tahun ini di stasiun televisi MDTV.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini