TRIBUNNEWS.COM - Pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya nampaknya tepat menggambarkan sosok Ibrahim Malik.
Putra selebritas Shyalimar Malik ini secara terbuka menyatakan keinginannya untuk terjun ke dunia hiburan Tanah Air mengikuti jejak sang ibu.
Ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026), bocah berusia 10 tahun tersebut mengungkapkan ambisinya untuk menjadi orang terkenal.
Namun, di balik keinginan tersebut, terselip alasan menyentuh yang berangkat dari pengalaman pahit masa lalu sang ibu.
Baca juga: Marak Kasus Bully, Shyalimar Malik Teringat Kisah Pahit Jadi Korban Perundungan Saat SMP
"Iya aku mau (jadi artis). Mau terkenal. Pengin membalas rasa sakit hati (Mami). Mau menabung juga biar bisa bahagiakan Mami," tegas Ibrahim Malik.
Shyalimar Malik, yang akrab disapa Cima, mendukung penuh cita-cita putranya.
Sebagai single parent, wanita berusia 33 tahun ini melihat keinginan Ibrahim bukan sekadar mencari popularitas, melainkan sebuah misi pembuktian diri.
Cima mengakui ada luka lama yang melibatkan ayah kandung Ibrahim yang ingin ditutup dengan prestasi.
Ia ingin menunjukkan kepada dunia—termasuk kepada mantan suaminya—bahwa ia mampu membesarkan dan mendidik Ibrahim hingga menjadi sosok yang membanggakan.
"Aku cuma pengin dia dikenal. Karena dulu ada berita-berita zaman dulu dengan bapak kandungnya. Aku ingin membuktikan kalau aku benar-benar bisa merawat dia sendirian," jelas Shyalimar Malik.
Mandiri dan Berprestasi di Usia Muda Bagi Shyalimar, keberhasilan Ibrahim mencapai titik sekarang adalah jawaban atas segala keraguan orang lain di masa lalu.
Ia merasa bangga melihat putranya tumbuh menjadi anak yang mandiri meski tanpa kehadiran sosok ayah.
"Aku kayak pengin membuktikan bahwa, 'Ini lho dia sekarang!'. Umur 10 tahun, Alhamdulillah bisa mandiri dan banyak prestasinya. Ibrahim sendiri pun punya keinginan kuat untuk membuktikan bahwa dia bisa sukses," tambahnya.
Kini, Shyalimar fokus membimbing Ibrahim agar siap menghadapi kerasnya industri hiburan.
Baginya, kesuksesan Ibrahim nantinya akan menjadi balasan paling indah bagi siapapun yang pernah memandang sebelah mata perjuangan mereka sebagai ibu dan anak.
(Wartajotalive.com/ Ari Puji Waluyo)
Baca tanpa iklan