TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, pemerintah menanggung pengobatan pasca Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama 15 hari pertama dan selanjutnya menggunakan skema pembiayaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.
CKG merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pemeriksaan kesehatan seluruh masyarakat tanpa biaya.
Baca juga: Kaleidoskop Kesehatan 2025, CKG Diluncurkan, Bill Gates Datang hingga Tragedi Ibu Hamil di Papua
Karena itu, dirinya mengimbau, masyarakat untuk menjadi peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu disampaikan Menkes Budi dalam kegiatan temu media via daring di Jakarta, Jumat (23/4/2026).
Ia menerangkan, setelah melewati masa 15 hari tersebut, biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.
Masyarakat yang memiliki BPJS aktif tetap mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, sementara yang tidak terdaftar atau tidak aktif harus menanggung biaya sendiri.
Baca juga: Temuan Masalah Gigi Tinggi saat CKG, Pemerintah Sebar Peralatan Kesehatan Modern ke Puskesmas
“Gratis pengobatan pasca CKG ini 15 hari pertama untuk seluruh 280 juta rakyat Indonesia. Sisanya, kalau memiliki BPJS itu gratis. Tapi kalau masyarakatnya tidak memiliki BPJS, dia harus bayar setelah 15 hari,” jelasnya.
Saat kepesertaan BPJS Kesehatan aktif maka masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya lanjutan pengobatan.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki perlindungan kesehatan jangka panjang.
“Kalau dia anggota BPJS yang aktif, maka penanganan kesehatannya gratis. Lima belas hari pertama untuk seluruh masyarakat Indonesia, dan selanjutnya gratis untuk seluruh anggota BPJS,” ujar Menkes.
Mantan dirut Bank Mandiri ini menjelaskan, di tahun 2026 ini fokus pelaksanaan CKG adalah bukan sekadar melakukan cek kesehatan, melainkan memastikan seluruh masyarakat Indonesia berada dalam kondisi sehat.
“Tujuan utama bukan cek kesehatannya, tetapi seluruh masyarakat Indonesia sehat. Cek kesehatan itu sudah berjalan di tahun pertama. Di tahun kedua ini kita masuk ke pencegahan dan penanganan,” tegas Budi.
Pada tahun lalu, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta masyarakat Indonesia.
Program andalan Presiden Prabowo ini pertama digelar pada 10 Februari 2025, dengan tujuan agar meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan, mendeteksi penyakit lebih dini hingga meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan target masyarakat umum, anak sekolah, bayi baru lahir hingga lansia.
Baca tanpa iklan