Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Personel band Element merasa kehilangan atas meninggalnya sang vokalis, Lucky Widja.
- Lucky Widja pun di band bukan sekedar vokalis, tapi juga pendiri dan figur sentral.
- Lucky dikenal sebagai sosok yang paling giat memotivasi para personel untuk terus menghasilkan karya baru demi bertahan di dunia musik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meninggalnya sang vokalis band Element, Lucky Widja membuat rekan-rekannya sesama personel merasa kehilangan.
Lucky Widja pun di band bukan sekedar vokalis, tapi juga pendiri dan figur sentral.
Baca juga: Bukan Sekadar Rekan Kerja, Tissa Biani Anggap Lucky Element seperti Ayah
Gitaris Element, Adhitya Pratama menjelaskan peran Lucky sangat krusial, terutama sejak Element memutuskan untuk berkiprah secara independen pada tahun 2014.
"Salah satu yang membuat roda bisnis Element itu tetap berjalan dan bisa survive sampai hari ini adalah salah satunya Lucky bersama Arya yang membuat sebuah sistem manajemen sehingga secara digital rapi, secara finance rapi, secara aset juga bisa terjaga," kata Adhitya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Istri Ungkap Kondisi Lucky Widja sebelum Meninggal Dunia hingga Riwayat Penyakit Vokalis Element
Di luar urusan manajerial, Lucky dikenal sebagai sosok yang paling giat memotivasi para personel untuk terus menghasilkan karya baru demi mempertahankan daya saing di industri musik.
"Lucky adalah salah satu yang bilang, 'nggak, kalau lu mau eksis lu harus tetap rilis sesuatu yang baru, lu harus tetap berkarya yang baru, lu harus peka terhadap perubahan industri'. Jadi semangat itu yang akhirnya membuat kita mau membuat sesuatu," ungkap Adhitya.
Sementara itu terkait sakit yang diderita Lucky beberapa tahun belakangan, Adhitya mengungkapkan rekan band Element sudah mengetahuinya.
Namun mereka memilih untuk tak membuka ke publik dan tidak membahasnya demi menjaga semangat Lucky.
"Sebenarnya tahun lalu kita sudah membuat contoh adalah mulai memilih untuk kita ambilnya di kota-kota besar aja. Tapi ternyata Lucky ini tipe orang yang memang selalu bersemangat, dia selalu punya mimpi yang gimana caranya mimpi itu bisa terwujud," kenang Arya.
Bagi Aditya dan rekan-rekannya, berada di atas panggung bersama band bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga sumber kebahagiaan sekaligus terapi bagi Lucky.
"Karena salah satunya mungkin dia bisa survive dua tahun terakhir ini karena dia happy. Manggung itu happy," jelas Aditya.
Lucky Widja mengembuskan napas terakhir di usia 49 tahun pada Minggu, 25 Januari 2026, pukul 22.26 WIB di Rumah Sakit Halim.
Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Senin (26/1/2026) siang.
Baca tanpa iklan