News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Kaki O pada Anak Tanpa Operasi, Ada 4 Langkah

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI.

Ringkasan Berita:

  • Penanganan kaki O pada anak dilakukan secara bertahap
  • Setidaknya ada empat pendekatan utama yang biasa dilakukan dokter, dari yang paling ringan hingga tindakan operasi
  • Pada anak usia sekitar satu tahun, orang tua diberi pemahaman bahwa kondisi tersebut belum tentu membutuhkan tindakan khusus

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bentuk kaki O pada anak kerap membuat orang tua cemas. 

Tak sedikit yang langsung membayangkan operasi, padahal menurut dokter ortopedi anak, penanganan kaki O tidak selalu dimulai dari tindakan bedah. 

Ada tahapan yang harus dilalui, menyesuaikan usia dan fase pertumbuhan anak.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K), menjelaskan bahwa penanganan kaki O pada anak dilakukan secara bertahap. 

Setidaknya ada empat pendekatan utama yang biasa dilakukan dokter, dari yang paling ringan hingga tindakan operasi.

Tahap Pertama: Edukasi dan Observasi Bila Masih Sesuai Usia

Pada pertemuan awal, dokter akan menilai apakah bentuk kaki O yang terlihat masih berada dalam rentang pertumbuhan normal. 

Pada anak usia sekitar satu tahun, kaki O masih sering dijumpai dan belum tentu bermasalah.

Baca juga: Anatomi ‘lingkaran konspirasi’: Cara baru untuk menghentikan penyebaran hoaks dan klaim palsu

“Timeline-nya masih sesuai, jadi biasanya kita lakukan edukasi, reference ke apa orangtuanya, bahwa ini kita sarannya lebih baik kita lakukan konservasi berdalam,"ungkapnya pada media briefing di Jakarta, Rabu (28/1/2026). 

Dalam tahap ini, orang tua diberi pemahaman bahwa kondisi tersebut belum tentu membutuhkan tindakan khusus. 

Anak akan dipantau dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan untuk melihat apakah bentuk kaki membaik seiring pertumbuhan.

Namun bila kaki O masih menetap di usia lebih dari dua tahun, maka dokter akan mulai mempertimbangkan evaluasi lanjutan.

Tahap Kedua: Brace untuk Mengarahkan Pertumbuhan

Jika setelah masa observasi bentuk kaki O tetap bertahan, terutama pada anak usia di bawah empat tahun, maka penggunaan brace bisa menjadi pilihan berikutnya.

Brace berfungsi sebagai alat bantu untuk mengarahkan pertumbuhan tulang agar menjadi lebih lurus. Karena anak masih dalam fase tumbuh aktif, peluang koreksi masih terbuka.

“Dipakai 23 jam per hari, sambil tetap kita akan tampar observasi serial dari X-nya,"imbuhnya. 

Selama penggunaan brace, dokter tetap melakukan pemantauan berkala. Bila hasilnya belum optimal hingga usia empat tahun, maka pendekatan lain akan dipertimbangkan.

Tahap Ketiga: Guided Growth Saat Masih Ada Sisa Pertumbuhan

Bila anak masih memiliki sisa masa pertumbuhan yang cukup, umumnya hingga usia sekitar 14 tahun, dokter dapat menyarankan guided growth surgery.

Metode ini bertujuan memanfaatkan pertumbuhan alami tulang dengan cara mengontrol arah tumbuhnya, bukan memotong tulang. 

Dokter memasang implan kecil pada lempeng pertumbuhan untuk menahan satu sisi, sehingga sisi lainnya bisa tumbuh lebih cepat dan mengoreksi bentuk kaki O secara bertahap.

Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil dan bersifat minimal invasif. Setelah sudut kaki membaik, implan akan dilepas.

Tahap Keempat: Operasi Koreksi Bila Pertumbuhan Hampir Selesai

Tindakan operasi besar baru dipertimbangkan bila anak datang dalam kondisi:

  • Usia mendekati akhir pertumbuhan (sekitar 14–15 tahun)
  • Derajat kaki O sangat berat
  • Tidak lagi memungkinkan menunggu koreksi alami

Pada kondisi ini, dokter dapat melakukan correctional osteotomy, yakni operasi pemotongan tulang untuk memperbaiki posisi kaki.

“Potong tulang, perdarahan pasti banyak. Kedua, kita harus pasang pen cukup lebar. Jadi biasanya sehatannya juga jauh lebih besar,"lanjutnya. 

Karena risikonya lebih tinggi, terutama pada anak, prosedur ini menjadi opsi terakhir bila pendekatan lain tidak memungkinkan.

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, penanganan kaki O tidak bisa disamaratakan. 

Evaluasi berkala menjadi kunci untuk menentukan kapan cukup dengan observasi, kapan perlu alat bantu, dan kapan tindakan medis harus dilakukan.

Dengan pendekatan yang tepat waktu dan sesuai usia, bentuk kaki anak dapat diperbaiki tanpa harus langsung berujung operasi.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini