TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Drama perseteruan antara Denada dan sosok yang mengaku sebagai anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano memasuki babak baru.
Setelah Denada memberikan pengakuan terbuka kepada publik kalau Ressa adalah anaknya, pemuda asal Banyuwangi ini ingin bertemu dengan ibu kandungnya.
Baca juga: Setelah Denada Minta Maaf ke Ressa, Emma Waroka Minta sang Penyanyi Cium Tangan Adik Emilia Contessa
Pasalnya, selama hidupnya, Ressa Rizky Rossano tidak tinggal bersama dengan Denada.
Lelaki berusia 24 tahun tersebut mengaku tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari penyanyi cantik itu.
Permintaan Ressa ditanggapi Denada melalui Kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal menanggapi keinginan Ressa.
Ia meminta Ressa bisa langsung hubungi mantan istri Jerry Aurum itu.
Baca juga: Pengakuan Denada Via Video Belum Sentuh Hati Ressa, Kuasa Hukum Duga Ada Ketakutan di Baliknya
Menurut Iqbal, Ressa dan Denada sudah bertukar nomor telpon sehingga ia meminta kepada Ressa, langsung berkomunikasi dengan ibunya.
"Sudah lama (bertukar nomor handphone) kan bisa hubungi langsung," kata Muhammaf Iqbal Dalam wawancara virtual, Selasa (3/2/2026) malam.
Iqbal pun menyarankan agar Ressa tidak perlu lagi berwacana di media sosial atau persidangan jika niatnya tulus ingin bertemu.
Ia menantang lelaki itu untuk langsung datang menemui ibunya tanpa perantara.
"Saya berharapnya juga gitu. Mas Ressa itu ya sebagai anak langsung ke ibunya lah, itu bukan orang lain kok," ucapnya.
Belum Ada Perdamaian
Iqbal menginginkan momen pertemuan itu sebaiknya dimanfaatkan Ressa untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan, bukan sekadar gimmick.
"Langsung saja ke sana, minta maaf gini 'Bu kemarin saya salah mungkin khilaf, ayo diperbaiki semuanya', enak kan gitu. Bukan justru diumbar umbar, datang aja langsung," jelasnya.
Iqbal merasa seharusnya, pihak Ressa harus menghentikan gugatannya kepada Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.
Hal itu merujuk pada pernyataan Denada, yang sudah mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
"Harusnya kan gugatan selesai, tapi kan tidak. Orang kami juga belum ada perdamaian sampai sekarang," ujar Muhammad Iqbal. (Ari).
Baca tanpa iklan