News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabar Artis

Aurelie Moeremans Ungkap Respons Suami usai Baca Buku Broken Strings

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Buku Broken Strings yang ditulis oleh Aurelie Moeremans mengangkat pengalaman pribadinya saat mengalami child grooming di usia 15 tahun.
  • Awalnya, Aurelie mengaku tak berniat membagikan tulisannya ke publik.
  • Berkat ucapan sang suami, Aurelie akhirnya mengunggah bukunya untuk bisa dibaca semua orang.

TRIBUNNEWS.COM - Buku Broken Strings Aurelie Moeremans menuai respons positif, termasuk dari sang suami, Tyler Bigenho.

Broken Strings ditulis oleh aktris Aurelie Moeremans, mengangkat pengalaman pribadinya saat usia 15 tahun.

Dalam bukunya, Aurelie Moeremans menceritakan kisah kelamnya saat mengalami child grooming dari seorang pria yang usianya jauh lebih tua darinya.

Sejak perilisannya, memoar Broken Strings langsung viral hingga dibahas lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bahkan, kini banyak korban-korban child grooming yang akhirnya berani buka suara berkat buku Broken Strings.

Di balik keviralan Broken Strings, rupanya Aurelie sempat tak berniat membagikan tulisannya kepada publik.

Aktris berusia 32 tahun itu mengungkapkan, awalnya menulis Broken Strings sebagai cara untuk memahami apa yang pernah ia alami di masa lalu.

"Menulis buku ini awalnya hanya untukku sendiri, sebagai cara memahami kekacauan yang pernah ada."

"Aku pikir akan kusimpan selamanya," tulis Aurelie, dikutip dari Instagram @aurelie, Senin (9/2/2026).

Namun keputusan Aurelie berubah tatkala mendengar respons sang suami, Tyler Bigenho setelah membaca bukunya.

Tyler Bigenho menyebut buku yang ditulis aktris kelahiran Brussels, Belgia 8 Agustus 1993 itu dapat membantu orang lain yang mengalami hal sama.

Baca juga: Setelah Buku Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Curhat Ingin Jadi Versi Baru Dalam Dirinya

Pria yang berprofesi sebagai dokter itu berharap, Broken Strings bisa menjadi motivasi untuk korban-korban lain.

"Tapi saat suamiku membacanya, dia berkata, 'Mungkin ceritamu bisa membantu Aurelie lain di luar sana, seseorang yang masih jalan keluar atau alasan untuk bertahan'," lanjut Aurelie.

Dari situ, Aurelie memutuskan untuk membagikan tulisannya kepada publik.

Menurut pemain film Story of Kale: When Someone's in Love itu, Broken Strings bukan lagi miliknya, tapi juga milik perempuan lain yang menjadi korban child grooming.

"Saat itu aku sadar, buku ini bukan lagi milikku sendiri."

"Buku ini milik setiap gadis yang pernah dibungkam, setiap penyintas yang masih memikul beban dalam diam."

"Buku ini untuk kita," tutupnya.

Alami Trauma, Aurelie Moeremans Akhirnya Tulis Buku Broken Strings

Viralnya buku Broken Strings membuat upaya Aurelie membuka masa lalunya menuai simpati dan apresiasi.

Lewat laman YouTube-nya, Mrs Aurelie, istri Tyler Bigenho ini mengungkapkan awal mula ditulisnya buku tersebut.

"Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku ceritalah sama dia, bahwa kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya ada, traumanya tetap ada," kata Aurelie memulai ceritanya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Saat trauma itu muncul, wanita 32 tahun itu acapkali menyakiti dirinya sendiri.

"Dan aku cerita ke terapis aku bahwa kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa deserve it (layak untuk hal itu)," imbuhnya.

Artis berambut panjang ini menyadari, aksinya itu merupakan peringatan bahwa ia belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.

"Ya memang udah jelas kan, ada sesuatu yang belum selesai gitu di hati aku. Karena deep down (jauh di dalam lubuk hati) aku tahu aku enggak deserve dikasarin. Ada something wrong (sesuatu yang salah)-lah," lanjutnya.

Dari situlah, sang terapis memintanya menulis diary atau buku harian.

"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (sosok yang mengasari) aku zaman dulu.'

"Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.

"Kenapa sih gitu. Karena dulu tuh aku bener-bener enggak ngerti kenapa ada orang setega sekeji itu. Dan pas aku di umur 32, aku baru sadar, enggak ada yang mesti dimengerti. Memang semua itu tidak seharusnya terjadi," selorohnya lagi.

Dia tak menampik, saat menuliskan masa lalunya hatinya terasa berat.

Baca juga: Buku Broken Strings Viral hingga Dibahas DPR, Aurelie Moeremans: Yang Aku Lewati Akhirnya Punya Arti

Pasalnya, sulung dari dua bersaudara itu harus membuka luka lama.

"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.

Artis yang kini tengah menanti kelahiran buah hati pertamanya itu merasa sangat bodoh di masa lalu,

"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodol banget ya' zaman dulu," katanya.

Kala itu, Aurelie merasa tidak ada jalan keluar untuk masalahnya.

"Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.

(Tribunnews.com/Yurika/Salma)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini