News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Clift Sangra Kenang Suzzanna Lewat Puisi, Ungkap Rindu Mendalam

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret Clift Sangra dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa (istimewa).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor senior Clift Sangra mengenang mendiang istrinya, Suzzanna, yang dikenal sebagai Ratu Horor Indonesia.

Saat ini, Clift terlibat dalam film waralaba adaptasi IP legendaris Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, bersama Luna Maya dan Reza Rahadian. 

Melalui sebuah puisi yang ditulisnya, Clift mengenang perjalanan hidup bersama sang istri sekaligus menyampaikan pesan penuh emosi. 

Ia mengungkapkan kerinduannya terhadap sosok Suzzanna serta momen kebersamaan yang pernah mereka lalui.

"Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu," tulis Clift Sangra dalam puisinya, dikutip dari rilis, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Reaksi Fahad Haydra Pemeran Egi di Film Vina Disebut Mirip Clift Sangra, Suami Mendiang Suzzanna

"Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu. Yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat," lanjut Clift.

Pada masa kejayaannya, Clift dan Suzzanna kerap tampil bersama dalam berbagai film. 

Di antaranya Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), hingga Ajian Ratu Laut Kidul (1991).

Kini, setelah puluhan tahun sejak kepergian Suzzanna, Clift turut ambil bagian dalam menghidupkan kembali warisan sang istri.

Menariknya, dalam film terbaru Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Clift memerankan tokoh Bisman yang menjadi ‘lawan’ Suzzanna, berbeda dengan masa lalu saat keduanya sering dipasangkan sebagai pasangan di layar.


"Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana," ungkap Clift.

Dalam puisi romantis tersebut, Clift juga menuliskan pesan tentang cinta sejati yang menyentuh.

"Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan," ujar Clift.

"Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu," pungkas Clift.

 



Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini