Ringkasan Berita:
- Konflik Richard Lee dan Samira Farahnaz terus berlanjut hingga status mualaf dipersoalkan.
- Kuasa hukum Abdul Haji Talaohu menilai tudingan itu tak pantas karena menyangkut privasi.
- Pihak Richard menyiapkan langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik dan menunggu waktu yang tepat untuk melapor.
TRIBUNNEWS.COM - Pihak Richard Lee melalui kuasa hukumnya, Abdul Haji Talouhu kembali bicara soal status mualaf yang dipersoalkan oleh Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif).
Perseteruan Richard Lee dengan Doktif berbuntut panjang.
Hubungan keduanya masih memanas buntut aksi saling lapor.
Perseteruan berawal dari konten Doktif yang sering mengulas produk kecantikan dan menuduh beberapa produk milik Richard Lee melakukan overclaim atau penipuan kandungan bahan.
Richard Lee kemudian melaporkan Doktif atas pencemaran nama baik karena merasa produknya disudutkan secara tidak adil.
Sebaliknya, Doktif melaporkan Richard Lee atas dugaan berita bohong dan pelanggaran perlindungan konsumen.
Di tengah memanasnya kasus tersebut, status mualaf dari Richard Lee sempat dipertanyakan oleh Doktif.
Richard Lee diketahui telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam sejak sekitar 2023, meski baru diumumkan secara terbuka pada awal Maret 2025.
Atas hal tersebut, Abdul menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah hukum terhadap tuduhan-tuduhan negatif dari Doktif.
"Kami sudah mempersiapkan langkah hukum untuk tuduhan dia soal mualaf dokter Richard itu," ujar Abdul, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (30/4/2026).
Abdul menyayangkan pernyataan dari Doktif yang menyebut Richard Lee menggunakan agama untuk menarik simpati publik.
Baca juga: Pihak Richard Lee Sentil Sikap Doktif, Sebut Ganggu Jalannya Proses Penyidikan
Menurut Abdul, seseorang tak berhak mengomentari mengenai keyakinan yang dijalani oleh orang lain.
"Itu kan pernyataan telak, bagaimana ukuran dia menilai seseorang menggunakan agama untuk menarik simpati," katanya.
Karena sudah menyangkut ranah privasi, pihaknya siap menindaklanjuti ke jalur hukum.
Saat ini pihak Richard Lee masih menunggu waktu yang tepat untuk memasukan laporan ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik.
"Kita sekarang lagi melihat waktu aja momentumnya kapan, timing-nya kita lagi lihat, karena yang membuat laporan langsung itu kan Richard Lee."
"Pasalnya itu kalau soal tuduhan itu di pencemaran nama baik," terang Abdul.
Doktif Pertanyakan Status Mualaf Richard Lee
Sebelumnya, Doktif mengaku masih meragukan status mualaf Richard Lee.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Richard Lee tidak menjalankan ibadah puasa.
"Tapi guys 1000 persen Doktif yakin dia (Richard Lee) enggak puasa ya. Jadi dia tidak puasa," ujar Doktif.
Ia juga menyebut akan menghadirkan narasumber yang diklaim memiliki informasi terkait status mualaf tersebut.
"Nanti Doktif akan live bersama dengan narasumber yang akan membongkar bahwa proyek mualaf itu bukan proyek asli ya, tapi proyek-proyekan ya. Jadi sudah terbukti bahwa dia tidak pernah salat, dia tidak pernah puasa di dalam."
Doktif mengatakan rencana siaran langsung itu akan digelar untuk memaparkan sejumlah informasi tambahan.
"Kita nantikan narasumber, insyaallah Doktif akan live nanti malam ya. Jangan ke mana-mana ya, tetap stay tune," terangnya.
Baca juga: Status Mualaf Richard Lee Dipersoalkan Doktif, Ustaz Derry Sulaiman Buka Suara
Ia juga menyinggung pandangannya mengenai penggunaan agama dalam konteks tertentu.
"Dan mungkin ya Allah sudah menunjukkan kekuasaannya ya, mau enggak mau di bulan Ramadan dia harus masuk karena satu hal yang paling Doktif gedek permainan agama. Jadi agama ini digunakan sebagai politik ya," ujarnya.
Menurut Doktif, ada pula seseorang yang sebelumnya pernah terlibat dalam proses terkait status mualaf Richard Lee.
"Jadi nanti juga akan ada seseorang yang pernah memberikan surat mualaf dan ternyata dia juga kecewa karena tadi dia sempat mampir untuk bertemu, sowan jenguk dengan membawa Alquran ya," jelas Doktif.
Ia mengklaim orang tersebut mendapatkan informasi dari petugas mengenai aktivitas Richard Lee selama berada di dalam tahanan.
"Ternyata pada saat mau ketemu dikatakan bahwa penjaganya saja tidak pernah melihat dia salat, tidak pernah melihat dia puasa. Jadi dia di dalam pun dia makan, di dalam pun dia seperti biasa," tambahnya.
Karena itu, menurut Doktif, orang tersebut akhirnya membatalkan rencana pertemuan dengan Richard Lee.
"Ya, jadi akhirnya beliau memutuskan untuk membatalkan bertemu dengan saudara tersangka DRL karena cukup kecewa," katanya.
Doktif menambahkan bahwa orang tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepadanya.
"Jadi apa yang dikatakan bahwa dia mempermainkan agama itu benar dan akhirnya beliau meminta maaf kepada Doktif," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Ifan/Rinanda)
Baca tanpa iklan