News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sal Priadi Pernah Jadi Pegawai Kantoran, Musik Tempat Pelarian

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEKERJA KANTORAN - Sal Priadi ditemui di kawasan Senayan, Jakarta. Sal sebelum menjadi penyanyi terkenal merupakan seorang karyawan pekerja kantoran, ia menjadikan musik sebagai tempat healing, Kamis (30/4/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi pecinta musik Tanah Air, nama Sal Priadi tentu sudah tidak asing. 

Penyanyi yang tengah naik daun ini kerap tampil di berbagai festival musik, bahkan juga melebarkan kiprahnya ke dunia akting.

Ia dikenal lewat lirik-lirik puitis yang kerap mengangkat tema patah hati dan rindu. Sejumlah lagu populernya antara lain Amin Paling Serius dan Kita Usahakan Rumah Itu.

Sebelum dikenal luas sebagai musisi, Sal mengungkapkan dirinya pernah bekerja sebagai karyawan kantoran. Sementara musik hanya pelarian.

Dari pengalaman tersebut, lahirlah banyak lirik puitis yang berawal dari kebiasaannya menjadikan musik sebagai sarana healing.

Baca juga: Sinopsis Film Monster Pabrik Rambut, Dibintangi Iqbaal Ramadhan-Sal Priadi, Tayang 4 Juni 2026

"Justru karena kerjanya dulu banyak lembur terus nyari refreshing-nya tu di musik," kata Sal Priadi di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Sal pun bersyukur, dari kebiasaan tersebut justru membawanya masuk ke dunia musik dan membuat karya-karyanya digemari banyak orang.

"Tapi ternyata yang datengin rejeki di musik," ujar Sal Priadi.

Lebih lanjut, Sal menceritakan proses kreatif di balik lagu terbarunya yang berjudul Kepala Pundak Kerja Lagi. 

Lagu tersebut bermula dari eksplorasi bunyi-bunyian yang disesuaikan dengan suasana pabrik.

"Waktu pertama kali membayangkan siapa yang akan ngerjain lagunya, walaupun saja lagunya udah ada bagannya gitu ya, terus kita bayangin kita mau berangkat darimana ya enaknya gitu," ungkap Sal Priadi.

"Sering kali aku tuh memang berangkat dari bunyi-bunyian dulu. Kira-kira bunyi apa yang cocok untuk bisa menceritakan suasana lagunya," lanjutnya.

Lagu tersebut juga menjadi soundtrack film Monster Pabrik Rambut, yang mengangkat cerita tentang sisi gelap dunia pekerjaan.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini