Ringkasan Berita:
- Lagu ini menjadi karya lanjutan Sheila on 7 setelah perilisan Memori Baik yang sebelumnya mendapat respons positif dari para penggemar
- Proses kreatif lagu Sederhana berawal dari ide sang gitaris Eross Candra dan disempurnakan oleh personel lainnya
- Sederhana, menurut Eros, terinspirasi dari fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini, di mana keinginan dan kebutuhan menjadi bias
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Grup band Sheila On 7 resmi meluncurkan single terbaru mereka yang berjudul Sederhana.
Lagu ini menjadi karya lanjutan setelah perilisan Memori Baik yang sebelumnya mendapat respons positif dari para penggemar.
Vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo atau Duta, mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu Sederhana berawal dari ide sang gitaris Eross Candra dan disempurnakan oleh personel lainnya.
“Prosesnya agak di luar kebiasaan. Mas Eros tetap jadi cikal bakal, tapi kali ini dia banyak mengajak saya dan Adam untuk ikut terlibat dalam komposisi dan lirik,” kata Duta saat acara peluncuran lagu Sederhana di kawasan Ciputat, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat lagu Sederhana terasa lebih matang karena dikerjakan secara bersama-sama oleh seluruh personel inti.
Baca juga: Sheila On 7 Manggung di Bali, Jadi Line-Up Utama Festival Poliponi 2026
Sementara itu, Eros Candra menjelaskan makna di balik judul lagu tersebut. Ia menyebut Sederhana terinspirasi dari fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini.
“Banyak orang sekarang, terutama anak muda, sering bias antara apa yang diinginkan dan apa yang sebenarnya dibutuhkan,” ujar Eros.
Namun, Duta menambahkan bahwa isu tersebut tidak hanya dialami oleh generasi muda saja.
“Setelah kami diskusi, ternyata ini bukan cuma masalah anak muda. Orang tua pun masih banyak yang kesulitan membedakan antara keinginan dan kebutuhan,” jelasnya.
Dari sisi produksi, lagu Sederhana sepenuhnya dikerjakan di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta.
Sederhana diharapkan dapat menjadi karya yang relevan bagi berbagai kalangan, sekaligus mengajak pendengar untuk kembali memahami makna hidup yang esensial.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)
Baca tanpa iklan