Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konten kreator Waldi Sempurna punya kisah pilu sebelum sukses di sosial media saat ini.
Ia mengaku pernah dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar karena pekerjaannya dianggap tak jelas.
Sebelum dikenal sebagai kreator TikTok, Waldi lebih sering menghabiskan waktu di rumah sambil membuat video menggunakan ponsel.
Kebiasaan itu rupanya memunculkan komentar miring dari tetangga yang menganggap dirinya pengangguran.
“Banyak yang ngira saya pengangguran karena kerjaannya cuma pegang HP dan bikin video,” ujar Waldi Sempurna kepada awak media, Kamis (14/5/2026).
Kini, anggapan tersebut perlahan berubah. Di usia yang masih muda, Waldi justru berhasil menjadikan media sosial sebagai sumber penghasilan utama dengan pendapatan mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Baca juga: Pencuri Helm Milik Komika Rispo di Tangerang Ditangkap, Kasus Berakhir Damai
Di tengah aktivitasnya sebagai kreator digital, Waldi juga masih menjalani pendidikan di Universitas Terbuka program studi Ilmu Komunikasi UPBJJ Palembang dan saat ini telah memasuki semester enam.
Sebelum serius menekuni dunia konten, Waldi sempat menjalani berbagai pekerjaan. Ia pernah bekerja di bengkel motor sejak 2019 hingga 2023.
Setelah itu, ia juga sempat merasakan bekerja di lingkungan bandara, mulai dari menjalani OJT ground handling di area private jet Bandara Halim Perdanakusuma hingga menjadi porter kargo di Bandara Soekarno-Hatta.
Meski sempat memiliki pekerjaan tetap, Waldi merasa dirinya memiliki mimpi yang lebih besar.
Ia mengaku sudah menanamkan keyakinan sejak remaja untuk bisa meraih penghasilan besar di usia muda.
“Dari umur 15 tahun saya selalu percaya diri kalau suatu saat bisa dapet Rp100 juta pertama di umur 20 tahunan,” katanya.
Target tersebut akhirnya berhasil ia capai. Waldi mengaku mampu memperoleh Rp100 juta pertamanya saat berusia 20 tahun dari hasil kerja di dunia digital.
Baca tanpa iklan