News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rachel Amanda Pernah Syuting 25 Jam Nonstop, Ungkap Dugaan Eksploitasi di Dunia Hiburan

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JAM KERJA - Rachel Amanda ditemui usai konferensi pers film Monster Pabrik Rambut di kawasan Senayan Jakarta, Kamis (29/4/2026). Rachel Amanda mengungkapkan dirinya soal jam kerja tak sehat jadi artis sinetron.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Rachel Amanda tentu sudah tak asing di dunia perfilman Tanah Air apalagi ia pernah menghiasi layar kaca dengan bintangi banyak sinetron di era 2000an.

Mantan bintang cilik itu blak-blakan mengenai pengalamannya bekerja di luar batas kewajaran.

Di balik gemerlapnya panggung hiburan, tersimpan realitas kelam mengenai jam kerja ekstrem yang harus dihadapi para pemainnya. 

Pengalaman pahit ini turut dirasakan langsung oleh aktris berbakat, Rachel Amanda.

Rachel menyebut profesi aktor kerap menuntut dedikasi waktu yang jauh lebih brutal ketimbang pekerja kantoran biasa.

Bahkan, perempuan berusia 31 tahun ini pernah menghabiskan waktu lebih dari 24 jam nonstop hanya untuk menyelesaikan proses syuting.

Baca juga: Rachel Amanda Punya Julukan Mandor

"Kalau dulu sih pernah, sampai 25 jam gitu bahkan jatuhnya. Padahal kita (aktor) kan hitungannya freelance, nggak ada jam kerja pasti," kata Rachel Amanda di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Mirisnya, Rachel mengaku tidak menyadari dirinya sedang dieksploitasi kala itu. 

Faktor usia yang masih belia serta lingkungan industri yang menormalisasi kerja rodi membuat dirinya hanya bisa pasrah mengikuti ritme yang ada.

"Back then, mungkin karena umurku juga masih lebih muda, kayaknya belum ngeh bahwa itu eksploitasi. Karena dulu sistemnya seperti itu dan semua orang mewajarkan," ujar Rachel Amanda.

Kapok Kerja Rodi, Kini Pilih Selektif

Situasi masa lalu Rachel ini sangat relevan dengan premis film terbaru yang dibintanginya, Monster Pabrik Rambut.

Film tersebut menggambarkan bagaimana sebuah sistem mampu mencuci otak para pekerja hingga menganggap jam kerja tidak manusiawi sebagai hal yang lumrah.

Lebih lanjut, Rachel tak menampik rasa sungkan serta ketakutan untuk bersuara menjadi alasan utama mengapa banyak aktor memilih bungkam saat haknya dirampas.

Belajar dari pengalaman kelam tersebut, bintang film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tersebut kini jauh lebih protektif terhadap dirinya sendiri. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini