TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band pop punk asal Bandung, Rocket Rockers merayakan perjalanan karier mereka yang telah memasuki usia 27 tahun dengan merilis single terbaru berjudul Yang.
Lagu tersebut menjadi karya yang cukup berbeda dibandingkan rilisan-rilisan Rocket Rockers sebelumnya dengan berkolaborasi bersama Semesta Records.
Sebab, untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade berkarya, mereka menghadirkan lagu bernuansa religi dengan pesan universal tentang harapan dan semangat menghadapi kehidupan.
Baca juga: Kunci Gitar Lagu Bangkit - Rocket Rockers: Menantang Hari, Coba Tuk Temui Semua Rasa Benci
Dalam acara perayaan 27 tahun Rocket Rockers, sang basis Bisma mengungkapkan ide pembuatan lagu Yang bermula dari diskusi para personel pada awal tahun 2025.
"Mungkin trigger-nya pas kita meeting awal tahun. Kita kumpul, cari ide, tiba-tiba Aska nyeletuk, 'Kita bikin sesuatu yuk yang belum pernah selama hampir 27 tahun ini belum pernah kita bikin.' Salah satunya yaitu lagu religi," kata Bisma dalam jumpa pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).
Menurut Bisma, inspirasi lagu tersebut lahir dari kegelisahan mereka sebagai orang tua yang melihat perkembangan media sosial dan berbagai isu kesehatan mental yang marak dikonsumsi anak-anak muda.
"Trigger-nya karena umur sih, enggak bisa bohongin. Kita sebagai bapak-bapak yang sudah punya anak yang beranjak remaja. Concern kita juga sama anak-anak ini, melihat sosial media, isu mental health itu agak mengkhawatirkan buat saya pribadi," ujarnya.
Ia mengaku sering mempertanyakan mengapa konten-konten bernuansa sedih justru memperoleh perhatian besar di media sosial.
"Keresahan dari kita bertiga, lihat engagement konten-konten yang sedih kok bisa gede gini ya. Sedangkan content creator yang positif vibes malah engagement-nya kurang. Ini kayak jadi tanggung jawab kita juga bikin counter dari situ," tuturnya.
Melalui lagu Yang, Rocket Rockers ingin menyampaikan pesan agar siapa pun yang sedang berada di titik terendah kehidupan tidak kehilangan harapan.
"Jadi misalnya anak-anak kita yang beranjak menuju remaja juga punya pilihan dari karya ayahnya. Secara garis besar lagu ini berbicara tentang apabila kalian berada di fase titik terendah dalam hidup kalian, jangan putus asa," ucap Bisma.
Menariknya, Rocket Rockers mempercayakan proses penciptaan lagu tersebut kepada Samuel, gitaris tambahan sekaligus produser yang usianya lebih muda dari para personel inti.
Bisma mengatakan keputusan itu diambil agar lagu tersebut memiliki sudut pandang yang lebih dekat dengan generasi muda.
"Sekarang personel bertiga, ada satu additional gitaris kita Samuel yang sudah bareng sejak 2017. Kita percayakan lagu ini eksekusinya sama Samuel. Mungkin dia punya POV tersendiri yang lebih relate ke audience Gen Z," jelasnya.
Baca tanpa iklan