TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – China harus menunggu setidaknya 20 tahun lagi untuk bisa menggelar kembali olimpiade setelah penyelenggaraan di Beijing tahun 2008.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge mengatakan kebijakan ini perlu diterapkan untuk memberi kesempatan kepada negara-negara lain menyelenggarakan pesta olahraga tersebut.
"Setidaknya (China) harus menunggu 20 tahun, atau mungkin lebih lama lagi," kata Rogge kepada kantor berita resmi Cina Xinhua. "Olimpiade milik semua umat manusia," kata Rogge.
"Dan IOC berharap setiap negara di dunia memiliki kesempatan menyelenggarakan kegiatan akbar ini," tambahnya.
China menyelenggarakan Olimpiade 2008 di Beijing dan acara ini dianggap sukses meski masalah hak asasi manusia dan kekerasan di Tibet sempat menjadi kekhawatiran banyak pihak beberapa bulan sebelum olimpiade digelar.
Rogge mengatakan olimpiade tidak harus dilaksanakan kembali di Beijing karena kota-kota lain seperti Shanghai dan Guangzhou bisa menyelenggarakan kegiatan olahraga empat tahunan ini.
Guangzhou menyelenggarakan pesta olahraga Asia, Asian Games, tahun lalu sementara Shanghai menggelar pameran internasional World Expo. Kedua kota menghabiskan dana miliaran dolar untuk membangun gedung dan prasarana baru.
Para wartawan mengatakan ini semua menunjukkan kemampuan China menggelar acara tingkat dunia tanpa menemui banyak masalah.
Baca tanpa iklan