News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tabrakan Maut Simoncelli

Kematian Simoncelli: Takdir yang Mesti Dihadapi

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DUKA MENDALAM - Ratusan ribu karangan bunga terjejer di sekitar kawasan Coriano Town Square, tempat Simoncelli disemayamkan. Tak terhitung jumlah kartu ucapan duka yang datang dari para penggemar Simoncelli di Italia, bahkan di seluruh dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Juara dunia tujuh kali balap mobil Formula 1, Michael Schumacher, jadi satu dari ribuan orang yang terpukul atas kematian Marco Simoncelli. Keterpukulan Schumi, sama beratnya saat ia juga harus mendengar kabar kematian pebalap IndyCar asal Inggris, Don Wheldon yang juga tewas di lintasan balap pada bulan ini.

Pun, Schumi enggan mengambinghitamkan hal teknis atas kematian tragis dua pebalap profesional itu. Ia menyebut perlengkapan keselamatan pebalap saat ini sudah sangat maju dan canggih dikembangkan sedemikian rupa.

"Jika sesuatu -kecelakaan- terjadi, itu yang disebut takdir. Dan takdir (kematian) adalah sesuatu yang harus dihadapi semua orang," ujar Schumacher jelang balap perdana seri Gran Prix Indiana dilansir bbc.com.

Apa yang menimpa Supersic dan Wheldon, lanjut Schumi adalah misteri hidup. Ia menyiratkan, kecelakaan menjadi risiko tiap pebalap, meski berbalut perlengkapan paling canggih sekalipun.

"Saya berduka atas kematian dua pebalap hebat tersebut. Sayangnya, kita harus menerima kenyataan, itulah hidup," pungkas Schumacher. (bbc)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini