TRIBUNNEWS.COM - FEDERASI Tinju International (IBF) menolak permintaan petinju Inggris, Amir Khan untuk menggelar pertarungan ulang (rematch) melawan petinju Amerika Serikat (AS), Lamont Peterson. Walhasil hasrat Amir merebut kembali dua sabuk juara kelas welter IBF dan WBA dari Peterson pun harus dikubur.
IBF tak menerima alasan Khan yang menilai hasil pertarungan di New York beberapa waktu lalu dinilai tidak adil, terutama setelah ada pemotongan poin dirinya oleh wasit Joseph Cooper usai insiden pendorongan.
"Kami tak menemukan apapun hal yang janggal yang akan memengaruhi hasil pertarungan lalu," kata Ketua IBF, Lindsay Tucker di BBC.
Kubu Khan sejak Selasa pekan lalu mengajukan gugatan banding ke IBF atas hasil pertarungan. Jika memang ada kecurangan, IBF akan melakukan investigasi untuk menyelidiki masalah yang dituduhkan kubu Khan terhadap wasit tersebut.
Di pertarungan lalu, Khan berhasil merobohkan Peterson dua kali di ronde pembuka, hanya satu yang resmi dihitung. Sedangkan usaha merobohkan lawan lainnya malah berbuntut hukuman pengurangan poin yang ternyata sangat berarti.
Usai pertarungan, Khan dinyatakan kalah angka. Dua dari tiga juri memberikan kemenangan angka buat Peterson 113-112, sedangkan satu memenangkan Khan dengan angka 115-110.
"Kami memutuskan untuk tidak menggelar laga rematch karena berdasarkan fakta dan aturan, jika wasit merasa itu kesalahan maka haknya dia untuk bisa mendapatkan poin lagi. Dia (wasit) sudah memberi peringatan kepada Khan beberapa kali sebelum dia akhirnya memberikan hukuman," kata Tucker.
Sedangkan Peterson sendiri menyambut penolakan tersebut. Dia meminta Khan agar mau menerima keputusan awal. Meski demikian, ia siap meladeni pertarungan ulang lawan Khan di kesempatan lain di 2012 mendatang. (Tribunnews/mba)
Baca tanpa iklan