TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski sudah disetujui menyiapkan empat petinju dalam pelatnas Pra-Olimpiade, cabang tinju tetap berencana mengganti satu atletnya. Penggantian dilakukan karena spesialisasi nomor yang dimiliki petinju itu tidak akan dipertandingkan di Olimpiade.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) demisioner Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) Junusul Hairy, Senin (13/2/2012) mengatakan, pengurus PB Pertina yang dulu mengusulkan empat nama untuk masuk dalam pelatnas Pra-Olimpiade.
Mereka adalah Julio Bria (kelas 52 kilogram), Alex Tatontos (kelas 75 kilogram), Irene Sasihiang (kelas 51 kilogram), dan Apriliani Tombeg (kelas 48 kilogram).
Para atlet yang diusulkan itu pun sudah ditetapkan oleh Dewan Pelaksana Prima untuk masuk dalam pelatnas. Namun, dari kajian PB Pertina, Apriliani harus diganti karena nomor spesialisasi dia tidak akan dilombakan di Olimpiade London.
Sebagai gantinya, PB Pertina akan memanggil Welmy Pariama. Petinju asal Maluku itu pada SEA Games XXVI/2011 bermain di kelas 57 kilogram. Di pelatnas Pra-Olimpiade ia akan disiapkan turun di kelas 60 kilogram.
"Kami sudah menghubungi Welmy. Kami masih menunggu respons Welmy," ujar Junusul.
Diharapkan, Welmy segera merespons permintaan PB Pertina. Tujuannya, supaya ia bisa segera bergabung dengan tiga petinju lainnya yang sudah berlatih.
Baca tanpa iklan