TRIBUNNEWS.COM – Juara dunia MotoGP, Casey Stoner ternyata tak cuma terampil dalam balap motor saja, pembalap asal Australia ini juga jago urusan memancing ikan. Dibanding rekan-rekan pembalap lain, keterampilan Stoner memancing sepertinya tak ada lawan yang bisa menandingi.
Seperti yang sudah digelar tahun lalu, sebelum digelarnya MotoGP Australia di sirkuit Island, beberapa orang rider menggelar kegiatan memancing di sebuah danau di Australia.
Lengkap dengan menggunakan kacamata hitam, Stoner yang saat itu memakai celana jeans, jaket tim Repsol Honda, dan topi Red Bull, Stoner berangkat dengan membawa pancingan warna hijau kebiruan. Ia tiba di sebuah danau tempat yang biasa dipakai memancing bersama dengan rombongan, Kamis (25/10/2012).
Selain diikuti Stoner, kegiatan memancing tahun ini diikuti oleh rider dari kelas Moto2 dan Moto3 seperti, Anthony West, Arthur Sissis, dan Jack Miller. Beberapa kali lewat pancingannya Stoner berhasil menangkap ikan yang ukurannya lebih besar dari ikan-ikan yang didapat temannya. Terlihat, Stoner memang lebih mahir dari para pembalap yunior yang ikut kegiatan mancing itu.
Mancing adalah hobi Stoner, sejak kecil, bahkan sejak balita dia sudah akrab dengan kegiatan memancing. Lahir dan tumbuh di daerah Southport Queensland, juara dunia MotoGP dua kali itu gemar memancing.
Stoner memiliki kenangan indah dengan hasil pancingan ikan besar saat masih kecil. Salah satu kenangan terindah itu adalah saat dia bisa menangkap ikan rainbow seberat 2 kilogram. Istimewanya, ikan itu dia tangkap di saat ulang tahunnya yang baru empat tahun.
Kenangan itu diabadikan dalam sebuah foto istimewa saat Stoner kecil memegang ikan seberat 2 kilogram itu dengan kedua tangannya. Sampai saat ini, foto itu masih disimpannya.
Lantas, apakah ikan yang ditangkapnya lewat kegiatan mancing itu dimakannya juga? Stoner mengatakan hal itu tergantung dengan ikan apa yang dia tangkap. Jarang sekali ia memakan ikan hasil pancingannya.
"Bagi saya, kegiatan memancing hanya untuk santai saja. Kebanyakan setelah ikan berhasil dipancing, saya lepaskan lagi. Saya hanya enjoy bisa berada di luar sana menjalani kegiatan memancing," katanya.
"Saya selalu berusaha untuk menjaga ikan yang saya kail dengan pancing sebaik mungkin (untuk tetap hidup lagi). Tapi, kadang saat saya merasa waktunya tepat saat mau pulang, dan saya perlu makan tak ada salahnya ikan itu saya bawa," katanya.
Memasaknya pun, Stoner lebih suka dengan cara yang sederhana. "Saya paling suka mengolahnya dengan cara yang sederhana, setelah dimasak saya suka menambahkan beberapa bumbu daun dan juga perasan jeruk," katanya.
Untuk kegiatan memancing, Stoner mengaku tak pilih-pilih tempat. Ia juga tak menentukan tempat favorit memancing. Di mana pun dia memancing, yang jelas, kata dia kegiatan memancing itu sangat tergantung dengan mood. Jika sedang asik, mancing di manapun menyenangkan.
Dia memberikan referensi beberapa tempat memancing yang menyenangkan. Selain di beberapa tempat di Australia dia juga menyebut tempat menyenangkan untuk memancing di Kruger National Park, Afrika Selatan.
Saat sedang jeda balap, Stoner sering memilih memancing sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Tak cuma di Australia yang merupakan tanah kelahirannya, di Swiss, di sebuah sungai dekat dengan rumahnya pun dia sering memancing.
Sepanjang pengalamannya memancing, ikan terbesar yang pernah ditangkapnya adalah ikan Mondurin Barra.. "Ukuran panjangnya mungkin sekitar 103 cm," katanya. (Tribunnews/mba)
Baca tanpa iklan