TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah 25 tim balap sepeda akan berpartisipasi di Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI). Lomba balap sepeda itu digelar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 2-5 November 2013.
Diadakan pertama kali pada tahun lalu, BTDI menjadi salah satu turnamen resmi seri Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI).
Ketua Panitia BTDI, Guntur Priambodo mengatakan, para pebalap akan berlomba menaklukkan rute menantang sepanjang 600 kilometer. Peserta akan menempuh empat stage.
Sepanjang rute perjalanan pebalap akan melihat keelokan kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java". Melalui rute-rute tersebut, panitia ingin mempromosikan dan menunjukkan Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai potensi luar biasa.
"Kami ingin mempromosikan dan menunjukkan pada dunia internasional bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah yang mempunyai potensi luar biasa, terutama dari segi destinasi pariwisata dan sumber daya alam," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur dalam konferensi pers di Warung Daun, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2013).
BTDI 2013 akan diikuti oleh 25 tim, 20 tim dari luar negeri dan 5 tim dalam negeri. 20 tim luar negeri terdiri atas 3 klub Pro-Kontinental, 12 klub Kontinental, dan 5 klub luar negeri. Dari dalam negeri akan tampil 5 tim terdiri atas 1 tim nasional dan 4 klub terbaik.
"Untuk timnas tergabung beberapa klub. Memang tidak semua tim bisa masuk, karena ini benar-benar event profesional, dan untuk bisa masuk menjadi peserta harus diseleksi secara ketat," tuturnya.
Lomba balap sepeda berhadiah Rp 700 juta itu merupakan rangkaian Indonesia Grand Prix 2013. Lomba balap sepeda yang masuk dalam rangkaian Indonesia Grand Prix 2013, yaitu Tour de Indonesia, Tour de Jawa Barat, Tour de Ijen, dan Tour de Bali.
"Tujuan dari Indonesia Grand Prix ini adalah untuk mengumpulkan poin-poin sebagai bekal mengikuti event yang lebih tinggi. Ketika telah mendapatkan poin di event-event ini, mereka akan mudah mengikuti event yang lebih tinggi," katanya.
Baca tanpa iklan