News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden Jokowi Diminta Intervensi Tangani Olahraga

Penulis: Murtopo
Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petinju Chris John (kiri) dan mantan perenang nasional, Richard Sambera saat mendeklarasikan altet dan mantan atlet mendukung pasangan Jokowi-JK di Posko Deklarasi Atlet Nasional dukung Jokowi Presiden, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014). Penggagas dukungan Jokowi Presiden adalah mantan perenang nasional Richard Sambera dan petinju Chris John. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -  Presiden terpilih Joko Widodo diminta turun tangan untuk mengatasi persoalan dan pengembangan olahraga nasional menyusul kegagalan kontingen Indonesia usai mengikuti Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, yang hanya memperoleh empat emas atau minus lima emas dari target Kemenpora.

Untuk mengatasi permasalahan olahraga tidak cukup hanya ditangani oleh Kemenpora, KONI, KOI dan Pengurus Besar (PB) cabang olahraga.

“Saya berharap Jokowi intervensi, turun tangan dan mengambil alih pengembangan olahraga nasional, tak cukup hanya Kementerian,  KONI, KOI dan PB-PB saja. Kalau bukan presiden, persoalan-persoalan lama tak akan muncul kembali, “ ujar Sesmenpora, Alfitra Salamm, saat berbicara dalam acara evaluasi Asian Games yang digelar kerjasama Kemenpora dan SIWO PWI Jaya di Hotel Twin Jakarta Barat, Rabu (8/10/2914).

Terkait hal tersebut, Kemenpora akan menggelar rapat kordinasi nasional olahraga pada bulan Desember nanti. Rakornas yang akan dipimpin oleh Jokowi tersebut akan melibatkan KOI, KONI maupun PB-PB di Istana Negara. “Dalam Rakornas itu, kami harap Jokowi bisa mendengarkan keluh kesah olahraga dan bagaimana memberikan solusi dan eksekusinya,“ ujar mantan pengamat politik dari LIPI itu.

Menurut Alfitra, langkah intervensi Jokowi untuk membereskan pengembangan olahraga itu utamanya dalam bidang politik anggaran, sports science dan infrastruktur olahraga. Dalam politik anggaran, mestinya sudah bisa dianalisa berapa sejatinya anggaran yang dibutuhkan bagi setiap atlet setiap mengikuti iven olahraga Internasional.

Selama ini kata Alfitra, tak pernah ada yang menghitung berapa sebenarnya berapa beaya idel untuk pembinaan PB, biaya infrastruktur dan biaya atletnya.

“Perlu pembenahan radikal alokasi angaran, karena ini masalah utama. Selama ini tak pernah ada yang menghitung. Solusi nya tidak cukup hanya intervensi Menteri, tapi harus Presiden. Perlu diinfo ke Presiden soal anggaran olahraga ini, berapa estimasinya “ ujarnya seraya menyebut Indonesia mustahil menjadi juara jika tanpa intervensi presiden.

Untuk mencapai prestasi maksimal, mestinya juga didukung sports science khususnya SDM bidang Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (POK) dan lembaga riset yang banyak ada di berbagai media massa, tidak cukup hanya mengandalkan di Kemenpora.

Meski demikian Alfitra tak mengelak pihaknya akan merevisi anggaran sports science di Kementeriannya agar sumber daya harus unggul dan didukung anggaran yang besar.  “(Anggaran-red) sports science harus besar kalau ingin memperoleh prestasi besar di Asian Games dan Sea Games, “ katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini