News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Legenda LA Lakers Kecam Aksi yang Menimpa George Floyd, Magic Johnson: Dia Manusia Bukan Binatang

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pengunjuk rasa berkumpul untuk menyerukan keadilan bagi George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama beberapa menit, di Hennepin County Government Plaza, pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota.

TRIBUNNEWS.COM - Satu di antara legenda fenomenal NBA yang bermain untuk LA Lakers, Earvin Johnson mengecam insiden yang menimpa warga berkulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd.

George Floyd meninggal saat dilarikan kerumah sakit, setelah polisi, petugas berkulit putih menggunakan lututnya untuk menjepit leher Floyd di tanah.

Dalam pemberitaan BBC, kejadian itu bermula saat petugas mendapatkan laporan soal penggunaan uang palsu.

Kala itu, petugas kepolisian mendekati kendaraan yang digunakan Floyd untuk diperiksia.

Baca: George Floyd Ditangkap Polisi, Diinjak hingga Meninggal karena Uang Palsu Senilai Rp 294 Ribu

Menurut laporan polisi, Floyd disuruh menjauh dari kendaraannya dan secara fisik memberikan perlawanan terhadap petugas.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan: " Petugas bisa membuat tersangka diborgol dan mencatat bahwa ia tampaknya menderita tekanan medis."

Dalam video yaang beredar di media sosial tak menunjukkan bagaimana awal kejadian.

Yang ada hanya bagian saat seorang petugas berkulit putih tampak menjepit leher George Floyd ke jalan.

Floyd sempat mengeluh,"tolong aku tidak bisa bernafas" dan " jangan bunuh aku", dan orang di sekitar kejadian tersebut mendesak petugas agar membiarkan Floyd pergi.

Namun naas, George Floyd yang terbaring lemah saat dibawa ambulan untuk dilarikan ke rumah sakit nyawanya tidak tertolong.

"George Floyd jelas dibunuh oleh seorang perwira poisi Minneapolis. Berapa kali kita harus melihat orang kulit hitam terbunuh di televisi nasional ?," ucap pria yang kerap disapa Magic Johnson ini melalui akun Twitter pribadi miliknya.

"Ini telah berlangsung terlalu lama. Kita harus mulai melihat orang berkulit hitam (termasuk George Floyd) sebagai manusia dan bukan binatang di jalan," lanjutnya.

Baca: Kerusuhan Meletus di Minnesota AS, Buntut Terbunuhnya Pria Kulit Hitam George Floyd di Tangan Polisi

Tak hanya Magic Johnson yang marah dan geram akibat insiden ini, sejumlah atlet NBA, Walikota setempat, hingga Presiden Amerika Donald Trump pun angkat bicara.

Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr menyatakan kematian dari George Floyd merupakan tindak pembunuhan.

"Ini pembunuhan. sangat tidak masuk akal," kata pelatih Golden State Warriors Steve Kerr.

"Serius, apa yang salah dengan AS?," lanjutnya menambahkan.

Baca: Kesaksian Wanita yang Merekam Detik-detik Kematian George Floyd : Sangat Membuat Trauma

Baca: Kematian George Floyd karena Diinjak Polisi Disebut Rasisme oleh Selebriti dan Pengunjuk Rasa di AS

Pun dengan point guard dari Golden State Warriors, Stephen Curry menyatakan komentar yang senada.

Ia menilai terdapat kejanggalan atas meninggalnya George Floyd.

"Saya telah melihat dan banyak mendengar atas apa yang terjadi dengannya, mereka sangat muak dan marah atas peristiwia yang terjadi," tukas pemain NBA berusia 32 tahun itu.

"Ini adalah realitas yang tidak bisa dipisahkan, George Floyd harusnya tidak meninggal, ia memiliki keluarga yang sangat merindukannya," tambahnya.

Trump Janjikan Keadilan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi kematian Floyd dengan mengatakan kematiannya adalah "peristiwa yang sangat menyedihkan".

Trump mengungkapkan empatinya terkait kematian Floyd selama perjalanannya ke Kennedy Space Center di mana dia diwawancarai oleh beberapa wartawan dan menurutnya, petugas polisi yang terlibat dalam kematian Floyd harus dipecat.

Di dalam kicauannya di Twitter pada Rabu (27/5/2020), Trump mengatakan, "Atas permintaan saya, FBI dan Departemen Kehakiman sudah melakukan penyelidikan dengan baik."

Dia juga menambahkan, “Saya telah meminta agar penyelidikan ini dipercepat dan sangat menghargai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penegak hukum setempat. Saya sampaikan belasungkawa pada keluarga dan teman George. Keadilan akan ditegakkan!"

Walikota Minneapolis Jacob Frey mengatakan: "panggilan yang tepat untuk memecat para petugas."

"Menjadi hitam di Amerika seharusya bukan hukuman mati. Selama lima menit kami menyaksikan seorang polisi kluit putih menekan lututnya ke leher seorang pria kulit hitam."

"Selama lima menit, ketika Anda mendengar seseorang memanggil bantuan, Anda harus membantu," lanjutnya.

Saat ini FBI Amerika Serikat tenngah mendalami kasus Floyd dan akan mempresentasikan temuan mereka kepada pengacara negara bagian Minnesota untuk kemungkinan tuduhan federal.

Senator Minnesota Amy Klubuchar mendesak untuk penyelidikan secara menyeluruh, "keadilan harus dilayani untuk pria dan keluarganya, keadilan harus dilayani untuk komunitas kita, keadilan harus dilayani untuk negara kita," ungkapnya dalam pemberitaan BBC.

(Tribunnews.com/Sina, Giri, Daryono)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini