TRIBUNNEWS.COM - Pemain bulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie merasa mendapat keajaiban bisa bermain di All England 2022.
Jojo, sapaan akrabnya, sempat merasa pesimis bisa turun menjalani laga.
Dirinya tak yakin akan bisa tampil di All England setelah sebelumnya sebelumnya terkonfirmasi positif saat berlaga di Jerman Open 2022.
Kala itu, langkah Jojo harus terhemto di babak 16 besar setelah tampil kurang baik saat berhadapan dengan Kunlavut (Vitidsarn) dari Thailand.
Beruntung, pada hari Sabtu (12/3) dan Minggu (13/3), Jojo mendapat hasil negatif di dua kali tes PCR-nya, sehingga ia bisa terbang ke Inggris.
Baca juga: Rekap Hasil All England 2022: 9 Wakil Indonesia Lanjut di 16 Besar, Ganda Campuran Ada Dua
Baca juga: Jadwal All England 2022 Babak 16 Besar Hari Ini, Live iNews & MNC TV Mulai Pukul 18.00 WIB
Begitu tiba di Inggris, Jojo juga melakukan tes lagi dan hasilnya menunjukkan negatif covid.
“Puji Tuhan saya bersyukur bisa main di All England ini,” ucap Jojo, dilansir laman PBSI.
“Benar-benar dibilang keajaiban karena dalam dua hari saya hasilnya bisa negatif dalam dua kali tes,” lanjutnya.
Saat bertanding di babak 32 besar All England 2022, Rabu (16/3), unggulan ketujuh itu berhasil menghentikan perlawanan Brice Leverdez asal Perancis, 21-9, 16-21, 21-17.
Jojo puas dengan penampilannya yang bermain cukup apik dan menikmati pertandingan.
Meski di gim kedua sedikit performanya sedikit turun, namun hal itu bisa di atas Jojo di gim ketiga.
“Hari ini saya bisa kontrol pertandingan dari awal. Di gim pertama saya bisa main enjoy dan nikmatin pertandingan,” kata Jojo.
“Di gim kedua tempo saya agak drop, agak turun sedikit jadi Brice bisa lebih nyaman dan saya mengikuti pola pemainan dia. Di gim ketiga beruntung saya bisa kembali main di pola saya,” ungkapnya.
Baca juga: Update Hasil All England 2022, The Daddies dan Jojo Ikuti Jejak Leo/Daniel Lolos 16 Besar
Baca juga: All England 2022 Mulai Hari Ini, Rionny Mainaky: Harus Ada Wakil Indonesia yang Juara
Hal senada juga dikatakan pelatih Irwansyah, gim kedua Jojo bermain dengan kepercayaan diri yang kurang.
“Main pertama sudah enak, tetapi gim kedua sedikit ragu-ragu main nya. Tapi setelah lebih rileks di gim ketiga, Jonatan sudah lebih banyak menyerang dan menguntungkan,” sahut Irwansyah.
“Ragu-ragunya di gim kedua, karena bola lambat, jadi dia terpancing untuk mengangkat bola sehingga lupa menggunakan netnya. Jadi Jonatan lebih banyak keserang oleh lawannya,” jelas Irwansyah.
Jojo mengaku saat ini kondisinya belum 100%, tapi dia akan berusaha untuk terus tampil maksimal.
“Saat ini recovery memang belum 100% tapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kondisi fisik dan stamina,” tutur Jojo.
(Tribunnews.com/Tio)