Ringkasan Berita:
- Elena Rybakina menjadi salah satu petenis yang diprediksi mencuri perhatian di Australian Open 2026.
- Ia pernah menjejak babak final Australian Open pada 2023 lalu, tetapi kalah dari Aryna Sabalenka.
- Australian Open 2026 bisa menjadi sarana balas dendam atas kekalahan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Turnamen tenis Australian Open 2026 tak terasa semakin mendekati hari pertandingan.
Jadwal Australian Open 2026 akan digelar sepanjang 12 Januari hingga 1 Februari 2026 di Melbourne Park, Melbourne.
Australian Open memiliki kesan cukup spesial di mata salah satu petenis putri yang sedang naik daun, Elena Rybakina.
Elena Rybakina tak asing dengan atmosfer dan persaingan di turnamen satu ini.
Bahkan ia nyaris menaklukkan Australian Open edisi 2023 lalu.
Kala itu, petenis putri berusia 26 tahun berhasil melangkah ke babak final.
Ia berhadapan dengan Aryna Sabalenka untuk menentukan siapa yang berhak membawa trofi pulang.
Rybakina sebenarnya berhasil merebut set pertama terlebih dahulu dengan kemenangan 6-4.
Namun Sabalenka bangkit di dua set berikutnya untuk membalikkan keadaan.
Sabalenka kala itu menang di set kedua dan ketiga dengan skor 6-3 dan 6-4.
Kekalahan di babak final itu seperti memberikan efek negatif bagi Rybakina.
Setelahnya, ia selalu gagal menjejak babak final turnamen-turnamen Grand Slam.
Ia hanya satu kali tampil di babak semifinal di 11 turnamen Grand Slam terakhir.
Baca juga: Jadwal Australian Open 2026: Beda Kepentingan antara Sinner vs Alcaraz, Saling Jegal Demi Ukir Rekor
Rapor yang tentunya bertentangan dengan hasil yang ia capai akhir-akhir ini.
Sebagaimana diketahui, Rybakina berhasil menjadi juara turnamen akhir tahun, WTA Finals.
Ia mengalahkan Aryna Sabalenka di babak final untuk mendapatkan gelar juara bergengsi tersebut.
Merujuk kemenangan itu, Rybakina sebenarnya tak kehabisan referensi untuk bisa mengalahkan Sabalenka.
Barangkali keberhasilan itu akan kembali menular saat ia tampil di Australian Open 2026.
Bahkan bisa saja ajang Grand Slam awal tahun ini bisa menjadi sarana balas dendam petenis Kazakhstan ini atas Sabalenka.
Rybakina sendiri sadar memerlukan performa yang lebih stabil untuk bisa berbicara banyak di berbagai turnamen tenis.
"Ini semua tentang memiliki performa yang lebih stabil," kata Rybakina dikutip dari Tennis Update.
"Saya merasa bisa memainkan pertandingan luar biasa, tetapi itu tidak pernah stabil."
"Mari kita lihat apa yang akan terjadi ke depan, tetapi saya benar-benar mengusahakannya."
"Memenangkan gelar lebih banyak lagi menjadi salah satu tujuan utama saya di tahun 2026," lanjutnya.
(Tribunnews.com/Guruh)
Baca tanpa iklan