Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, mengatakan pihaknya menurunkan kombinasi pemain senior dan muda pada gelaran Indonesia Masters 2026.
Eng Hian menyebut setiap kali Indonesia menjadi tuan rumah, PBSI selalu mengoptimalkan kuota atlet, khususnya dari Pelatnas, demi meraih prestasi terbaik.
Baca juga: Hasil Drawing Indonesia Masters 2026: Putri KW Berjuang Sendirian, Fajar/Fikri Tanpa Ancaman Kim/Seo
“Setiap ada event di Indonesia, kami selalu memaksimalkan kuota atlet, terutama dari Pelatnas, agar bisa mencapai prestasi yang kami harapkan,” ujar Eng Hian dalam sesi konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan pemain muda bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari proses pematangan dan pengembangan jangka panjang.
Indonesia Masters 2026 dinilai menjadi ajang yang tepat bagi mereka untuk merasakan atmosfer kompetisi level Super 500, terlebih dengan dukungan penuh para pecinta bulutangkis Indonesia.
"Untuk atlet muda, kami ingin melihat potensi dan progres mereka. Ini juga menjadi ajang agar mereka mendapatkan pengalaman bertanding di level Super 500, tampil di Istora, dan tentunya ingin menunjukkan performa terbaik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eng Hian menyinggung capaian Indonesia pada edisi tahun lalu, di mana tim Merah Putih meraih dua gelar runner-up.
Dari proses latihan, evaluasi, dan regenerasi yang berjalan sepanjang tahun, PBSI berharap hasil di Indonesia Masters 2026 dapat melampaui capaian tersebut.
“Di awal Indonesia Masters tahun lalu kami mendapatkan dua runner-up. Tahun ini, dari proses latihan dan regenerasi, kami berharap bisa meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.
“Target prioritas kami adalah Indonesia Masters. Kami ingin tampil all out untuk mendapatkan hasil dan gelar guna membanggakan serta membahagiakan masyarakat Indonesia. Dua perak belum cukup, paling tidak kami bisa mendapatkan satu gelar di sini,” tegas Eng Hian.
Terkait hasil turnamen awal tahun di Malaysia dan India, Eng Hian menegaskan PBSI tetap melakukan evaluasi meski tidak menurunkan kekuatan penuh.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan program pembinaan dan levelisasi atlet yang telah disusun.
"Bukan berarti dari hasil di Malaysia dan India kami tidak fokus. Kami tetap fokus, tetapi tidak mengirim banyak atlet karena mengikuti program Binpres. Turnamen di sana berlevel 1000 dan 750, sehingga kami menurunkan atlet yang memang sudah qualified di level tersebut,” paparnya.
Indonesia Masters 2026 yang masuk dalam kategori turnamen BWF World Tour Super 500 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari 2026.
Baca tanpa iklan