News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Hadiah Rian/Rahmat setelah Merangkak dari Bawah, Kini Tembus Top 50 di Ranking BWF

Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Ganda putra anyar Indonesia, Rian Ardianto/Rahmat Hidayat akhirnya mendapat buah manis hasil dari perjuangan keduanya berburu poin BWF lewat turnamen kecil sejak akhir tahun 2025 lalu.

Perlu diketahui, keduanya dipasangkan karena duet dadakan Fajar Alfian/Shohibul Fikri memberikan gebrakan mengesankan dengan juara China Open 2025 lalu.

Imbasnya, pelatih ganda putra PBSI memutuskan untuk mematenkan Fajar/Fikri dan berujung pisah dengan Rian sebagai pasangan aslinya sebelum berduet dengan Fikri.

Rian awalnya diduetkan dengan Yeremia Rambitan, namun belum berujung indah. Ternyata torehan apik didapat Rian ketika duet dengan Rahmat.

Merangkak dari Turnamen Kecil

Dulu mereka harus main di turnamen junior bernama International Challenge (IC) cuma buat nyari poin agar mendapat suntikan poin BWF lebih cepat.

Agenda padat pun harus dilalui Rian/Rahmat karena fokus main di turnamen level kecil agar bisa segera mengikuti pasangan lainnya seperti Leo Carnando/Bagas Maulana maupun Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Baca juga: Ranking BWF Resmi: Ginting Merangkak Naik, Fajar/Fikri Melorot, Tiwi/Fadia Ikutan Kesalip

Tahun 2026, mereka belum bisa main di super 1000 dan 750, praktis fokusnya langsung ke Thailand Masters (super 300) untuk berburu poin lagi.

Di Thailand Masters mereka sudah aman masuk Main Draw (babak utama). Otomatis tidak perlu lagi lewat babak kualifikasi yang sering menguras tenaga.

Keduanya juga masuk dalam skuad Kejuaraan Asia Beregu (BATC) 2026 dan untungnya sering masuk line-up sehingga dapat jatah poin BWF untuk dongkrak ranking.

Perjuangan mereka berbuah manis karena per pekan ini setelah merampungkan BATC 2026, peringkat dunia Rian/Rahmat naik ke-52 dunia.

Membuka Pintu ke Super 750 dan 1000

Dengan ranking 50, target Rian/Rahmat tentu beralih untuk bisa dapat poin BWF tambahan agar masuk ke top 32.

Begitu tembus top 32, mereka bisa main di All England, Indonesia Open, atau China Open. Di sana, meski kalah di babak pertama tapi raihan poin BWF jauh lebih besar.

Hal ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan raihan juara di International Challenge, turnamen junior yang sudah mereka lalui.

lihat foto RIAN/RAHMAT - Pasangan anyar ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, saat bertanding melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) dalam perempat final Denmark Open 2025 di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, pada 17 Oktober 2025. Dok/PBSI

Keuntungan lainnya dengan raihan ranking 52, maka mereka telah melalui batas waktu dari topangan national ranking sebelumnya.

Ya, mereka bisa merangkak main di beberapa turnamen elite terbantung dengan national ranking atau penggabungan poin kedua pemain.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini