TRIBUNNEWS.COM - German Open 2026 merupakan turnamen level super 300 yang akan menawarkan poin BWF cukup tinggi khususnya bagi pasangan baru.
Turnamen super 300 yang dihelat di Mülheim, Jerman, akan berlangsung mulai Selasa (24/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026) mendatang.
Dalam gelaran yang menawarkan sebesar 7000 poin BWF akan jadi misi pendongkrakan ranking ganda putri Indonesia lewat German Open 2026.
Turnamen ini menjadi panggung krusial bagi skuad ganda putri Indonesia. Dengan absennya sejumlah pasangan 10 besar dunia, turnamen ini menjadi peluang emas bagi pasangan "reuni" dan duet baru Merah Putih untuk meraup poin maksimal.
Indonesia menurunkan kekuatan di ganda putri dengan Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.
Serta kombinasi unik lintas negara Gronya Somerville/Gloria Emanuelle Widjaja yang akrab disebut Terry/Gloria turut coba peruntungan di German Open 2026.
Di ganda putri sedikit diuntungkan karena beberapa wakil elite absen. Tiwi/Fadia cs punya momentum untuk bisa melaju jauh.
Sebaliknya dari kubu Terry/Gloria nomor ganda campuran masih ada beberapa wakil elite seperti China hingga Malaysia.
Ranking Jelang Thomas & Uber Cup 2026
Setiap babak yang dilalui di German Open 2026 akan memberikan tambahan poin signifikan yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki posisi di tabel ranking BWF.
Kenaikan peringkat bagi Tiwi/Fadia dan Apriyani/Lanny memiliki urgensi ganda.
Baca juga: Respons Atlet soal Sistem Skor 3x15, Menunggu Keputusan saat Thomas Uber Cup 2026
Selain untuk mempermudah seeding di turnamen individu mendatang, peringkat dunia menjadi faktor penentu dalam Thomas & Uber Cup 2026 yang akan dihelat di Horsens, Denmark, pada 24 April mendatang.
BWF menggunakan akumulasi poin ranking dari tiga pemain tunggal terbaik dan dua pasangan ganda terbaik untuk menentukan posisi unggulan (seeding) negara peserta.
Keberhasilan ganda putri Indonesia mencapai babak final di Jerman akan memperkokoh posisi tim Uber Indonesia agar terhindar dari grup neraka atau bertemu lawan tangguh seperti China lebih awal di fase grup.
Melansir laporan dari BWF Corporate, unggulan teratas di sektor ini diisi oleh pasangan Eropa dan Asia Timur yang sedang naik daun, seperti kakak-beradik Stoeva (Bulgaria).
Namun, dengan tren positif yang ditunjukkan Tiwi/Fadia sejak awal musim 2026, peluang Indonesia untuk membawa pulang gelar juara sangat terbuka lebar.
Poin BWF German Open 2026 (super 300)
32 Besar = 1670
16 Besar = 2750
8 Besar = 3850
Semifinalis = 4900
Runner-up = 5950
Juara = 7000
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan