TRIBUNNEWS.COM - Lee Chong Wei tetap tenang meski tunggal putra Malaysia membukukan hasil minor jelang Thomas Cup 2026.
Mengacu pada hasil BWF World Tour khususnya German Open 2026 dan Singapore International Challenge 2026 menunjukkan kondisi tim bulu tangkis Malaysia belum sepenuhnya stabil.
Apalagi menjelang putaran final Thomas Cup 2026 yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang, situasi skuad Malaysia dinilai mengkhawatirkan.
Khususnya tunggal putra Malaysia yang mentas di German Open 2026 dan Singapore International Challenge 2026 yang kompak membukukan hasil minor.
Meski pemain andalan Lee Zii Jia dipastikan bergabung, performa pemain tunggal lainnya justru sedang menurun.
Statistik tunggal putra Malaysia dengan hasil minor dimulai dari Leong Jun Hao dan Justin Hoh baru saja tersingkir di babak pertama German Open.
Jun Hao kalah dari wakil Taiwan, Chi Yu-jen, melalui pertandingan tiga gim. Sementara itu, Justin Hoh harus mengakui keunggulan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong setelah kehilangan ketenangan akibat keputusan wasit yang dianggapnya tidak konsisten.
Kabar kurang baik juga datang dari pemain profesional Aidil Sholeh yang kalah dari wakil Indonesia, Rizky Akbar, di ajang Singapore International Challenge 2026.
Meski demikian, Ketua Komite Kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, meminta semua pihak untuk tidak panik dalam upaya mengakhiri puasa gelar selama 34 tahun.
Komentar Lee Chong Wei
Legenda bulu tangkis Malaysia meminta Badminton Lovers Malaysia untuk tetap tenang dan tak panik terkait performa tunggal putra yang menurun.
Menurutnya, hasil dari beberapa turnamen terakhir ini tak bisa dibandingkan karena persiapan skuad Malaysia masih punya waktu beberapa minggu lagi.
Baca juga: Drama Pemanggilan Pemain Malaysia untuk Thomas Cup 2026, Beda Kisah Sabar/Reza di SEA Games 2025
"Saat ini kita tidak bisa membandingkan performa karena kita masih punya waktu beberapa minggu lagi," ujar Lee melansir The Star.
"Apa yang saya katakan kepada Kenneth Jonassen (pelatih tunggal Malaysia) sebelum mereka berangkat ke Jerman adalah bahwa kita harus menyiapkan tim terkuat yang mungkin dibentuk."
Sebagai ketua kinerja, Lee tidak mencampuri program latihan para pelatih. Ia di sana untuk mendukung mereka dari belakang.
Lee menuturkan bahwa pelatih bertemu para pemain setiap hari, sementara dirinya hanya datang ke BAM dua kali sebulan.
"Jika kita mendapatkan hasil, kita bahagia bersama. Jika kita tidak mendapatkan hasil, kita menangis bersama seperti sebuah keluarga. Saya tidak akan lari. Saya akan berdiri di depan dan bertanggung jawab," tegas Lee Chong Wei.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan