Ringkasan Berita:
- Transfer Fabio Quartararo ke Honda dinilai memunculkan pro dan kontra di MotoGP 2027
- Mantan teknisi balap MotoGP asal Belanda, Peter Bom, memandang Jorge Martin lebih cocok ke Honda ketimbang Fabio Quartararo
- Realitanya, Jorge Martin justru merapat ke pabrikan Yamaha untuk menggantikan Fabio Quartararo
TRIBUNNEWS.COM - Transfer kepindahan Fabio Quartararo untuk bergabung ke Honda Racing Corporation (HRC) pada MotoGP 2027, dianggap memicu pro dan kontra.
Keputusan Honda HRC merekrut Fabio Quartararo untuk musim 2027 mulai menuai perdebatan.
Sejumlah pengamat menilai Jorge Martin justru lebih cocok untuk mengangkat performa tim pabrikan Jepang tersebut.
Keputusan Honda dalam menentukan line-up pembalap untuk MotoGP 2027 kembali menjadi sorotan.
Pabrikan asal Jepang itu dikabarkan lebih memilih Fabio Quartararo ketimbang Jorge Martin, keputusan yang kini mulai dipertanyakan.
Pengamat MotoGP, Peter Bom, secara terbuka menyebut bahwa Jorge Martin sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk sukses jika bergabung dengan Honda. Ia menilai gaya balap dan karakter Martin lebih sesuai dengan motor Honda yang selama ini dikenal sulit dijinakkan.
Sebagai informasi, Peter Bom bukan sekadar pengamat. Pria asal Belanda ini sangat kuat akan sisi keteknisannya terhadap pengembangan motor.
Peter yang tinggal di Assen dan hanya beberapa kilometer dari Sirkuit TT, pernah menjadi Crew Chief untuk Stefan Bradl, Cal Crutchlow, Chris Vermeulen dan Neil Hodgson sebelum akhirnnya raihan terhebat Bom adalah menjadi Crew Chief dari Danny Kent di Leopard racing Tahun 2015 ketika pembalap Inggris tersebut berhasil merebut gelar Juara dunia.
“Saya sebenarnya mengira Martin akan ke Honda." ujar Peter Bom, dikutip dari laman Speedweek.
Dalam penilaian Bom, Fabio Quartararo memiliki daya jual kepada sponsor maupun fans jauh lebih baik ketimbang Jorge Martin, meski keduanya sama-sama memiliki satu gelar juara dunia MotoGP.
Tetapi dalam sudut pandang kualitas di atas lintasan balap, Bom lebih condong kepada Martin ketimbang Quartararo.
"Mereka memang mendapatkan Quartararo, yang secara komersial mungkin lebih menarik. Tapi kalau soal performa, Martin punya peluang lebih besar untuk berhasil di Honda.”
Baca juga: Misi Jorge Martin di MotoGP Brasil 2026: Incar Hasil Manis, Menuju Podium Pertama Bareng Aprilia
Transfer Martin dan Quartararo
Jorge Martin sendiri merupakan juara dunia MotoGP 2024 yang sempat membela Ducati sebelum pindah ke Aprilia pada 2025.
Namun hubungannya dengan Aprilia tidak berjalan mulus. Bahkan, pembalap asal Spanyol itu sempat mencoba keluar dari kontraknya lebih awal.
Situasi tersebut membuat masa depan Martin kembali menjadi spekulasi.
Ia disebut-sebut akan bergabung dengan Yamaha pada 2027, terutama setelah Quartararo memutuskan meninggalkan tim tersebut.
Namun keputusan memilih Yamaha juga dinilai penuh risiko. Dalam beberapa musim terakhir, performa Yamaha mengalami penurunan signifikan.
Bahkan pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, para pembalap Yamaha hanya mampu finis di papan bawah.
Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan langkah Martin jika benar memilih Yamaha.
Terlebih, MotoGP akan memasuki era regulasi baru pada 2027 dengan mesin 850cc, yang berpotensi mengubah peta persaingan secara drastis.
Di sisi lain, Honda juga masih dalam proses membangun kembali performanya setelah beberapa musim sulit.
Dengan proyek pengembangan yang terus berjalan, tim ini dinilai membutuhkan pembalap dengan karakter agresif dan adaptif.
Dalam konteks ini, Martin dianggap lebih cocok dibanding Quartararo yang selama ini hanya dikenal tampil kompetitif bersama Yamaha.
Meski demikian, keputusan sudah diambil dan Honda tampaknya tetap percaya pada Fabio Quartararo sebagai sosok yang bisa memimpin kebangkitan mereka di era baru MotoGP.
Kini menarik untuk melihat apakah pilihan tersebut akan terbukti tepat, atau justru menjadi penyesalan di masa depan.
(Tribunnews.com/Giri)
Baca tanpa iklan