News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Antiklimaks Raymond/Joaquin di Orleans Masters 2026: Misi Balas Dendam yang Kandas

Penulis: Niken Thalia
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Harapan untuk melihat All Indonesian Final di sektor ganda putra Orleans Masters 2026 resmi buyar, Sabtu (21/3/2026).

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengubur mimpi mereka setelah tersingkir di babak perempat final.

Kekalahan ini terasa menyesakkan mengingat ganda putra ini mengusung misi besar untuk menebus kegagalan di turnamen sebelumnya.

Orleans Masters 2026 semula diharapkan menjadi panggung penebusan dosa bagi Raymond/Joaquin setelah hasil minor di Swiss Open 2026 pekan lalu, di mana mereka terhenti prematur di babak 32 besar.

Duet ini bertekad bangkit di Orleans. Namun kenyataanya, komitmen balas dendam gagal total setelah mereka takluk di tangan Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer (Denmark).

lihat foto INDONESIA MASTERS 2026 - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei dan Nur Izzudin pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin gagal menjuarai Indonesia Masters 2026 setelah kalah dengan skor 19-21 dan 13-21. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Inkonsistensi Raymond/Joaquin

Perjalanan Raymond/Joaquin dalam tur Eropa kali ini layaknya roller coaster. Dua pekan lalu, mereka mengejutkan dunia bulu tangkis dengan melesat hingga semifinal All England 2024.

Sebagai debutan di turnamen tertua dunia tersebut, pencapaian itu adalah sinyal positif bagi masa depan ganda putra Indonesia.

Namun, menjaga standar performa di level elite ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Masalah konsistensi menjadi batu sandungan. Setelah terbang tinggi di Birmingham, grafik permainan mereka justru menukik tajam di Swiss dan kini terhenti di Prancis.

Evaluasi Mental dan Adaptasi Lapangan

Raymond menyoroti hilangnya ketenangan di poin-poin krusial, terutama saat memasuki gim penentuan.

"Puji Tuhan tetap bersyukur menjalani pertandingan dengan lancar dan tanpa cedera, walau hari ini belum diberikan kemenangan," ujar Raymond mengutip PBSI.

"Kuncinya di start gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan bagaimana menjaga fokus di situasi rubber game."

Baca juga: Gagal ke Semifinal Orleans Masters, Raymond/Nikolaus Akui Main Terburu-buru dan Kurang Adaptasi

Senada dengan rekannya, Nikolaus Joaquin menekankan pentingnya kontrol emosi dalam menjalani tur maraton yang melelahkan secara psikis.

"Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa dengan tiga turnamen beruntun ini, terutama dari segi menjaga fokus pikiran. Ini harus dikuatkan lagi," tegas Joaquin.

Kekalahan di Orleans Masters 2026 ini menjadi pelajaran mahal bagi Raymond/Joaquin.

Potensi besar yang mereka tunjukkan di All England membuktikan bahwa mereka punya kapasitas untuk bersaing dengan pemain top.

Namun, untuk menjadi pasangan yang ditakuti di BWF World Tour, bakat saja tidak cukup.

Ketangguhan mental dalam menjaga konsistensi dari satu turnamen ke turnamen berikutnya adalah syarat mutlak yang harus segera mereka penuhi.

(Tribunnews.com/Niken)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini