News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Thomas dan Uber Cup

Final Thomas & Uber Cup 2026: Misi Balas Dendam An Se-young dan Pembuktian Prancis

Penulis: Niken Thalia
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • China berambisi mempertahankan gelar juara dengan meloloskan tim Thomas dan Uber ke babak final
  • Tim Uber Korea mengusung misi mengulang sejarah kemenangan atas China seperti pada edisi 2022
  • Tim Thomas Prancis menjadi kuda hitam yang siap mengejutkan dominasi China lewat kekuatan tunggal putra

TRIBUNNEWS.COM - Partai final Thomas & Uber Cup 2026 kali ini akan menampilkan tiga kontingen yang saling sikut demi gelar juara, Minggu (3/5/2026).

Bertempat di Horsens, Denmark, hari ini, Minggu (3/5/2026), China, sang raksasa Asia, sukses mengirimkan dua wakilnya ke partai final di Thomas dan Uber dengan misi mempertahankan gelar juara.

Di kubu putri, Korea berupaya untuk menghidupkan kembali memori manis 2022 dengan melawan China di final.

Sementara di sektor putra, China akan bersua dengan Prancis yang muncul sebagai kekuatan baru Eropa.

Jadwal Final Thomas & Uber Cup 2026

Minggu, 3 Mei 2026

Final Uber Cup

  • Pukul 15.00 WIB: China vs Korea

Final Thomas Cup Pukul 23.00 WIB: China vs Prancis

lihat foto SELEBRASI - Christo Popov dan Toma Junior Popov asal Prancis saat ambil bagian dalam gelaran All England 2026 yang dihelat di Birmingham, pada tanggal 3-8 Maret 2026. (Foto: BWF)
Uber Cup Dejavu 2022

Laga final Uber Cup 2026 menyajikan duel seru antara China dan Korea. Ini merupakan laga ulangan final edisi 2022 yang penuh dengan drama.

Mengingat kembali memori empat tahun silam di Bangkok, Korea berhasil membalikkan prediksi.

Saat itu, An Se-young belum sekuat sekarang. Sang "Bocah Ajaib" masih berada di bawah bayang-bayang dominasi Akane Yamaguchi (Jepang) dan barisan tunggal putri China.

Pada final 2022, An Se-young yang turun di partai pertama harus kalah dari Chen Yu Fei dalam duel melelahkan selama 91 menit.

Kekalahan itu sempat membuat publik meragukan peluang Negeri Ginseng.

Baca juga: Daftar Juara Thomas dan Uber Cup Sepanjang Masa, China Buka Kans Ulang Momen Kawinkan Gelar

Namun, di situlah kekuatan mental Korea teruji.

Ketika sektor tunggal pertama goyah, sektor ganda putri mereka justru tampil digdaya.

Lee So-hee/Shin Seung-chan sukses membungkam ganda nomor satu dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Meski China sempat memimpin lagi lewat He Bing Jao, ganda kedua Korea, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pahlawan tak terduga akhirnya muncul di partai penentu.

Sim Yu-jin, yang turun sebagai tunggal ketiga, meladeni Wang Zhi Yi selama 88 menit untuk memastikan trofi Uber Cup 2022 pulang ke Seoul.

Menatap final 2026, situasinya kini berbeda. An Se-young datang dengan status pemain yang jauh lebih matang dan berpengalaman.

lihat foto INDONESIA OPEN 2025 - Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan An Se Young berselebrasi usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri China Wang Zhi Yi pada babak final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Dengan komposisi ganda putri yang tetap solid dan kompetitif, Korea mengusung misi untuk mengulangi kejayaan tersebut.

Kematangan skuad Korea kali ini benar-benar menjadi ancaman nyata bagi ambisi back-to-back gelar juara milik Negeri Tirai Bambu.

Menanti Tuah Prancis Meruntuhkan Tembok China

Bergeser ke final Thomas Cup diwarnai fenomena baru soal Prancis.

Jika di masa lalu bulu tangkis beregu putra didominasi oleh Indonesia, China, atau Denmark, edisi 2026 menjadi panggung bagi jagoan beru Eropa.

Langkah Prancis menuju final adalah sebuah dongeng yang menjadi kenyataan.

Prancis memulai kampanye mereka dengan menjegal langkah Indonesia di fase grup, memulangkan Jepang di perempat final, hingga puncaknya mengandaskan juara bertahan 2022, India, di babak semifinal.

Kekuatan utama Prancis terletak pada trio tunggal mereka yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.

Strategi mereka mencoba mengunci kemenangan di tiga partai awal sebelum laga memasuki sektor ganda yang menjadi kelemahan mereka.

Namun, lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah China. Negeri Tirai Bambu memiliki skuad yang sangat merata di semua sektor.

Nama-nama seperti Shi Yu Qi, Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang diprediksi akan menjadi batu sandungan Prancis.

Tapi, motivasi tinggi Prancis untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim semenjana bisa menjadi senjata rahasia.

(Tribunnews.com/Niken)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini