Ringkasan Berita:
- Media Korea Selatan melancarkan psy war dengan menyebut Wang Zhi Yi dalam judul berita mereka
- An Se-young bermodal catatan sempurna sepanjang turnamen dengan tanpa pernah kehilangan satu set pun
- Korea Selatan bertekad mengulang sejarah kemenangan 2022 untuk merengkuh gelar juara Uber Cup ketiga
TRIBUNNEWS.COM - Atmosfer panas jelang partai final Uber Cup 2026 diwarnai dengan psy war dari Media Korea Selatan, di mana negaranya akan berebut gelar dengan melawan China, Minggu (3/5/2026).
Perebutan gelar Uber Cup 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, sudah ada sentilan dari Media Korea yang tak lepas dari kedigdayaan An Se-young.
Pemain yang dijuluki "Si Bocah Ajaib" ini dipastikan menjadi motor serangan utama Negeri Ginseng dalam misi merengkuh gelar Uber ketiga sepanjang sejarah.
China, sang juara bertahan, kini berada dalam bidikan tajam skuad Korea yang sedang berada di puncak performa.
Media Korea: "Wang Zhi Yi, Keluarlah!"
Ketegangan menjelang final ini semakin dipanaskan oleh pemberitaan media Korea, OSEN.
Dalam laporan terbarunya, mereka secara terang-terangan menyebut tunggal putri andalan China, Wang Zhi Yi.
"Resmi final Uber Cup 2026 Korea vs China, Wang Zhi Yi, Keluarlah!" tulis media tersebut dalam judul.
Media tersebut seolah meminta Wang Zhi Yi untuk segera bersiap menghadapi hantaman skuad Korea yang dipimpin An Se-young.
Berdasarkan susunan pemain yang telah dirilis, An Se-young dipastikan akan berjibaku melawan Wang Zhi Yi di partai final.
Duel ini diprediksi menjadi kunci utama bagi siapa pun yang ingin mengamankan momentum kemenangan sejak awal.
Menariknya, ini seolah tanda bahaya di mana An Se-young dengan statistik menterengnya akan membidik Wang.
Statistik Dominan An Se-young
Keberanian media Korea melancarkan psy war tak lepas dari statistik sepanjang Uber Cup 2026 dari An Se-young.
Sejak fase grup hingga semifinal, pemain nomor satu dunia ini tercatat belum pernah kehilangan satu gim pun.
Baca juga: An Se-young Kembali, Semifinal Uber Cup 2026 Jadi Ujian berat Srikandi Indonesia
Ia menyapu bersih semua kemenangan lewat dua gim langsung dengan dominasi yang sangat mencolok.
Perjalanan epik An dimulai pada laga perdana fase grup melawan Spanyol. Clara Azurmendi harus merasakan pahitnya kekalahan hanya dalam waktu 30 menit.
Dominasi An terus berlanjut saat Korea bersua Bulgaria. Menghadapi Kaloyana Nalbantova dengan skor yang sangat mencolok.
Ujian sesungguhnya sempat diprediksi muncul saat Korea menantang Thailand.
Namun, nama besar pemain veteran Ratchanok Intanon tidak membuat An gentar.
Ia menundukkan Intanon dua gim langsung guna memastikan Korea keluar sebagai juara grup.
Memasuki fase gugur, tren positif ini tetap terjaga. Di babak perempat final, tunggal putri Taiwan, Chiu Pin Chian, harus menyerah dengan skor yang juga sangat telak.
Terakhir, di babak semifinal, wakil Indonesia, Putri Kusuma Wardani, juga dipaksa tunduk oleh ketangguhan pemain berusia 24 tahun tersebut.
Bagi skuad Korea, laga final ini adalah misi untuk mengakhiri dahaga gelar juara.
Terakhir kali mereka mengangkat trofi adalah pada edisi 2022 di Bangkok, dengan menumbangkan China.
Kini, dengan kondisi An Se-young yang jauh lebih matang dibandingkan empat tahun silam, publik Korea optimistis sejarah manis tersebut bisa terulang kembali di Denmark.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan