Ringkasan Berita:
- Rangkaian Tur Asia dimulai Thailand Open 2026 yang masih sepi pemain Indonesia setelah Thomas-Uber Cup 2026
- Singapore Open level Super 750 menjadi ajang kembalinya skuad utama Indonesia setelah menjalani pemulihan
- Indonesia Open Super 1000 menjadi tantangan terberat karena akan diikuti oleh seluruh pemain peringkat satu dunia dari berbagai sektor
TRIBUNNEWS.COMĀ - Keseruan Thomas & Uber Cup 2026 di Denmark sudah berakhir, jajaran pemain elite dunia kini sudah dinanti jadwal padat badminton dalam rangkaian tur Asia.
Tidak ada waktu untuk bersantai, karena perburuan poin BWF World Tour akan langsung berlanjut dengan intensitas tinggi, dimulai dari Negeri Gajah Putih, di Jakarta, dan berakhir di Australia.
Strategi pilih-pilih turnamen jadi siasat ampuh dalam menghadapi jadwal badminton yang padat ini karena akan jadi agenda beruntun.
Estafet kompetisi dimulai pekan depan di Thailand Open 2026 (Super 500) di Patumwan pada 12-17 Mei.
Menariknya, sejumlah bintang utama Indonesia memilih untuk memarkir raket sejenak guna pemulihan fisik.
Absennya jagoan utama dimanfaatkan Indonesia untuk memberikan jam terbang bagi talenta muda seperti Zaki Ubaidillah.
Selain itu, sektor ganda putra akan tetap memanaskan persaingan lewat aksi Sabar Karyaman/Reza Pahlevi serta kembalinya Leo Carnando/Daniel Marthin.
Rentetan Jadwal Padat
Berlanjut ke Malaysia Masters 2026 (19-24 Mei) level Super 500 ini akan menjadi momen kembalinya Jonatan Christie ke atas lapangan.
Nama-nama seperti Leo/Daniel dan Sabar/Reza tetap dipertahankan untuk menjaga momentum.
Meski demikian, pasangan Fajar Alfian/Shohibul Fikri masih memilih untuk menunda aksi mereka.
Baca juga: Skuad Merah Putih di Indonesia Open 2026: Tuan Rumah Berkekuatan Penuh, Jojo hingga Fajar/Fikri
Memasuki akhir Mei, tensi meningkat drastis di Singapore Open 2026 (26-31 Mei).
Karena berlabel Super 750, turnamen ini menjadi magnet bagi para pemain 10 besar dunia. Bagi skuad Merah-Putih, ini adalah momen comeback.
Fajar/Fikri dipastikan kembali ke Negeri Singa. Tidak hanya mereka, sektor putri pun mulai diperkuat kembali oleh Putri Kusuma Wardani dan pasangan Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva.
Masa istirahat selama dua pekan sebelumnya diharapkan menjadi modal berharga bagi mereka untuk memanen poin.
Indonesia Open: Pertaruhan Harga Diri di Rumah Sendiri
Puncak dari rangkaian tur ini adalah Indonesia Open 2026 (2-7 Juni). Sebagai turnamen level Super 1000, Istora Senayan akan menjadi medan pertempuran alot.
Ini bukan sekadar soal poin, melainkan pertaruhan harga diri di hadapan pendukung fanatik.
Ujian bagi pasukan Merah-Putih dipastikan akan sangat berat.
Seluruh penghuni peringkat satu dunia dipastikan hadir mulai dari raja tunggal putra Shi Yu Qi, ratu bulu tangkis An Se-young, hingga dominasi ganda putra Seo Seung-jae/Kim Won-ho serta ganda putri Liu Sheng Shu/Tan Ning.
Di Indonesia Masters awal tahun 2026 lalu gelar penyelamat hanya datang dari tangan Alwi Farhan.
Indonesia Open kali ini menjadi pembuktian apakah skuad utama kita mampu memecah kebuntuan di level tertinggi.
Australia Open Penutup
Rangkaian tur Asia yang melelahkan ini akan ditutup di Negeri Kanguru melalui gelaran Australia Open 2026 (9-14 Juni).
Turnamen Super 500 ini biasanya menjadi ajang bagi para pemain yang masih memiliki sisa energi untuk mencuri poin tambahan sebelum jeda turnamen besar berikutnya.
Nama-nama seperti Alwi Farhan dan Fajar/Fikri dijadwalkan akan menutup tur mereka di sini sebelum kembali ke pusat pelatihan.
Siasat pilih-pilih turnamen yang diterapkan PBSI diharapkan menjadi kunci agar para pemain tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mampu membawa pulang gelar juara dalam kondisi fisik yang prima.
Kalender BWF World Tour Asia Mei-Juni 2026:
Thailand Open 2026 (Super 500): 12 - 17 Mei 2026
Malaysia Masters 2026 (Super 500): 19 - 24 Mei 2026
Singapore Open 2026 (Super 750): 26 - 31 Mei 2026
Indonesia Open 2026 (Super 1000): 2 - 7 Juni 2026
Australia Open 2026 (Super 500): 9 - 14 Juni 2026
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan