News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Terpukul di Thomas Cup 2026, Mental Alwi Farhan Diperkuat Indra Widjaja

Penulis: Abdul Majid
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EVALUASI THOMAS CUP — Pelatih Kepala Tunggal Putra Utama PBSI, Indra Widjaja, saat diwawancarai usai memimpin latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia menyoroti aspek mental pemainnya, Alwi Farhan, usai Thomas Cup 2026.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PBSI melakukan evaluasi mental terhadap tunggal putra muda Indonesia, termasuk Alwi Farhan, usai hasil kurang maksimal di Thomas Cup 2026.

Indonesia tersingkir lebih awal setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D, dengan masalah utama disebut berada pada aspek pengelolaan tekanan pertandingan.

Pelatih Kepala Tunggal Putra Utama PBSI, Indra Widjaja, menegaskan bahwa kegagalan tim bukan semata persoalan teknis, melainkan ketidakmampuan pemain mengatasi tekanan di kejuaraan beregu.

“Kita tidak berhasil melewati pressure yang begitu berat. Anak-anak, terutama di tunggal putra, belum bisa mengatasi pressure itu,” ujar Indra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (21/5/2026).

Baca juga: Profil Alwi Farhan, Ikuti Jejak Taufik Hidayat di Macau Open, Eks Juara Dunia Junior

Alwi Farhan Alami Tekanan Usai Tampil di Semua Laga

JALANI DEBUT - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, mencatat debut manis di All England Open Badminton Championships 2026 setelah menyingkirkan wakil India, Ayush Shetty, pada babak 32 besar melalui pertarungan tiga gim sebelum menang dengan skor 19-21, 21-9, 21-17 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026). (Tribunnews.com/Dok: PBSI)

Alwi Farhan menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam evaluasi tersebut. Ia turun di seluruh pertandingan fase grup dan memikul beban penting di sektor tunggal putra.

Dari tiga laga, Alwi mencatat satu kemenangan atas wakil Aljazair, Mohamed Abderrahime Belarbi (21-8, 21-7).

Namun ia juga menelan dua kekalahan, yakni dari Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) lewat rubber game 21-14, 17-21, 16-21, serta dari Alex Lanier (Prancis) dengan skor 16-21, 19-21.

Indra menyebut kondisi mental Alwi ikut terdampak setelah hasil tersebut.

“Alwi cukup terpukul dengan kekalahannya dan merasa tanggung jawabnya belum terselesaikan,” kata Indra.

Fokus Pemulihan Mental Jelang Turnamen Besar

PBSI kini memusatkan perhatian pada pemulihan mental Alwi Farhan sebagai bagian dari pembinaan jangka pendek menuju turnamen besar berikutnya.

Pengalaman di Thomas Cup disebut menjadi bahan evaluasi utama dalam proses transisi pemain muda ke level elite.

Baca juga: Raymond–Joaquin Ungkap Momen Tersulit Debut Thomas Cup 2026: Tak Sesuai Ekspektasi, Sulit Move On

Alwi Dialihkan ke Singapore dan Indonesia Open

Sebagai bagian dari penyesuaian program, Alwi tidak diturunkan pada Thailand Open dan Malaysia Masters.

Fokusnya dialihkan untuk persiapan Singapore Open 2026 (26–31 Mei) dan Indonesia Open 2026 (2–7 Juni) di Istora Senayan.

Indonesia Open ditetapkan sebagai target puncak performa bagi tunggal putra muda tersebut.

“Planning-nya untuk Alwi itu Singapore dan Indonesia Open. Harapannya di Indonesia Open jadi peak performance,” ujar Indra.

PBSI menilai pengalaman Thomas Cup 2026 menjadi titik evaluasi penting, terutama dalam hal kesiapan mental pemain muda menghadapi tekanan di kejuaraan beregu.

Pendekatan pembinaan kini diarahkan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga stabilitas psikologis atlet.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini