Ringkasan Berita:
- Kondisi ankle Moh Zaki Ubaidillah jadi alasan Jojo tetap dimainkan melawan Prancis
- Indra Widjaja menyebut line-up Indonesia disusun berdasarkan kondisi pemain tersedia
- Indonesia kalah 1-4 dari Prancis dan gagal lolos fase grup Thomas Cup 2026
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pelatih Kepala Tunggal Putra Utama PBSI, Indra Widjaja, mengungkap kondisi cedera ankle Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi alasan Jonatan Christie tetap dimainkan saat Indonesia menghadapi Prancis pada laga penentuan fase grup Thomas Cup 2026.
Keputusan memainkan Jonatan Christie atau Jojo sebelumnya sempat dipertanyakan publik setelah ia kalah dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada pertandingan sebelumnya.
Namun, Indra menegaskan susunan pemain saat itu dibuat berdasarkan kondisi atlet yang tersedia.
“Sebenarnya belum banyak yang tahu. Intinya begini, kalau Jojo enggak main berarti Ubed harus main,” ujar Indra Widjaja di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (21/5/2026).
Ankle Ubed Bermasalah
Indra mengatakan Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed mengalami gangguan pada bagian ankle setelah tampil melawan Thailand di fase grup.
Padahal, Ubed sebelumnya tampil menentukan saat membantu Indonesia mengalahkan Thailand dalam laga ketat.
“Posisi Ubed sebenarnya ankle-nya kurang enak setelah lawan Thailand. Itu jadi pertimbangan juga,” kata Indra.
Menurut pelatih yang akrab disapa Koh Indra itu, kondisi Ubed membuat tim pelatih akhirnya tetap mempercayakan Jojo tampil di partai pembuka.
“Mungkin orang enggak tahu keadaan kita di sana seperti apa. Sebetulnya kondisi ankle Ubed kurang bagus. Makanya apa pun itu, line-up ini yang terbaik,” jelasnya.
Baca juga: Terpukul di Thomas Cup 2026, Mental Alwi Farhan Diperkuat Indra Widjaja
Prancis Kuat di Tunggal
Indonesia akhirnya kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan fase grup. Hasil itu membuat langkah tim Merah Putih terhenti lebih cepat di Thomas Cup 2026.
Indra mengakui sektor tunggal putra Prancis menjadi kekuatan utama lawan sepanjang turnamen.
“Mereka memang kuat di situ. Terbukti lawan Jepang 3-0, lawan India juga 3-0. Tiga tunggal Prancis memang jadi andalan mereka,” ujar Indra.
Tekanan Jadi Evaluasi
Selain faktor teknis, Indra menilai tekanan pertandingan masih menjadi tantangan bagi para pemain muda Indonesia di ajang beregu level elite.
PBSI kini menjadikan faktor tekanan dan kesiapan mental sebagai bagian penting evaluasi usai kegagalan lolos dari fase grup Thomas Cup 2026.
Baca juga: Raymond–Joaquin Ungkap Momen Tersulit Debut Thomas Cup 2026: Tak Sesuai Ekspektasi, Sulit Move On
Baca tanpa iklan