TRIBUNNEWS.COM - Federasi Bulu Tangkis Indonesia, PBSI, membuat keputusan besar menarik pemain dari Australian Open 2026 yang bergulir pekan ini.
Kedua pemain yang ditarik tersebut adalah pasangan ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Keputusan PBSI menarik keikutsertaan kedua pemain ini dari ajang Australian Open 2026 sebenarnya cukup menuai sorotan.
Status kedua pemain ini punya kaitan erat dengan ajang yang digelar di negeri Kanguru ini
Kesamaan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin adalah sama-sama finalis Australian Open tahun lalu.
Pada saat itu, Raymond/Joaquin berhasil mengalahkan Fajar/Fikri untuk menjadi juara di ajang setingkat Super 500 ini.
Kala itu, meski kalah dari Raymond/Joaquin, Fajar/Fikri bak mendapatkan hadiah besar lainnya lantaran bisa lolos ke ajang BWF World Tour Finals yang digelar di akhir tahun.
Baca juga: Alasan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Ditarik Mundur dari Australia Open 2026, Begini Kata Pelatih
Bagi Raymond/Joaquin, mereka otomatis tak akan bisa mempertahankan gelar juara mereka di ajang ini.
Mereka akan kehilangan sekira 9.200 imbas dari tak bisa mempertahankan gelar di sana.
Kehilangan poin sebanyak itu akan menjadi kerugian bagi Raymond/Joaquin yang sedang berusaha meningkatkan ranking BWF.
Namun PBSI punya alasan tersendiri untuk menarik Raymond/Joaquin dari Australian Open.
Mereka memandang faktor risiko yang besar bagi ganda putra muda ini untuk turun di ajang selanjutnya.
Pasalnya mereka belum memiliki banyak waktu istirahat pascatampil di babak final Indonesia Open 2026 pada Minggu (7/6/2026) lalu.
Selain itu, PBSI juga mempertimbangkan faktor kemungkinan cedera yang menghantui Raymond Indra.
Baca tanpa iklan