News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Macau Open Jadi Awal Kisah Owi/Butet, Peraih Emas Olimpiade Rio 2016

Penulis: Isnaini Nurdianti
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OWI/BUTET - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menunjukkan medali usai pertandingan melawan ganda campuran Cina Zheng Siwei/Huang Yaqiong pada pertandingan final turnamen Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (27/1/2019). Macau Open menjadi awal kisah dari perjalanan karier Owi/Butet hingga akhirnya mampu meraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Ringkasan Berita:

  • Macau Open 2026 yang berlangsung pekan ini tengah menjadi hiburan pecinta bulu tangkis dunia
  • Di tengah penyelenggaraan turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut, Macau Open sangatlah spesial bagi pasangan ganda campuran legendaris Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau Owi/Butet
  • Sejak debut mereka di Macau Open 2010, Owi/Butet berkembang menjadi salah satu duet tersukses dengan koleksi 16 gelar bergengsi, termasuk medali emas Olimpiade Rio 2016

TRIBUNNEWS.COM - Perhelatan Macau Open 2026 saat ini menjadi perhatian pecinta bulu tangkis dunia. 

Turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut digelar di Macau East Asian Games Dome pada 16-21 Juni pekan ini.

Di tengah berlangsungnya turnamen tersebut, terdapat hal menarik yang tidak bisa lepas dari sejarah Macau Open.

Hal menarik itu berkaitan dengan legenda ganda campuran Indonesia, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir alias Owi/Butet.

Macau Open terasa sangat spesial bagi mereka.

Pasalnya, Owi/Butet mencatatkan debut sebagai pasangan di Macau Open 2010. 

Berstatus pasangan baru, saat itu Owi/Butet langsung keluar sebagai juara Macau Open 2010 setelah mengalahkan rekan senegaranya sendiri, Hendra Gunawan/Vita Marissa, dengan skor 21-14, 21-18.

Baca juga: Update Hasil Macau Open 2026: Bagas Shujiwo Jadi Mimpi Buruk Lee Zii Jia, Tunggal Putra Menyala

OWI/BUTET - Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat melawan pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada babak 16 besar Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Kamis (24/1/2019). Macau Open menjadi awal kisah dari perjalanan karier Owi/Butet hingga akhirnya mampu meraih medali emas Olimpiade Rio 2016. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Sejak debut di Macau Open 2010, Owi/Butet berkembang menjadi salah satu duet paling sukses dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.

Sepanjang kariernya, Owi/Butet berhasil mengoleksi 16 gelar bergengsi, termasuk Indonesia Open hingga All England.

Pencapaian paling bergengsi Owi/Butet adalah medali emas Olimpiade Rio 2016. Saat itu mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan skor 21-14, 21-12.

Hingga pada akhirnya, duet Owi/Butet resmi berakhir di Indonesia Open 2018.

Butet resmi pensiun pada Januari 2019, kemudian disusul Owi pada Mei 2020.

Baca juga: Ranking Resmi BWF: Alwi Farhan Panen Prestasi di Top 10 Dunia dan Pemuncak World Tour Ranking 2026

Kiprah Wakil Indonesia di Macau Open

Lebih lanjut, Macau Open pertama kali dihelat pada 2006.

Dalam periode tersebut, skuad Merah Putih telah mengoleksi tujuh gelar juara.

Gelar pertama Indonesia hadir lewat legenda tunggal putra, yakni Taufik Hidayat yang merupakan kampiun Macau Open 2008.

Taufik juara Macau Open 2008 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Lee Chong Wei, dengan skor 21-19, 21-15.

Setelah Taufik, Indonesia berjaya melalui sektor ganda campuran lewat Owi/Butet yang mencatat hattrick juara pada edisi 2010, 2011, dan 2012.

Gelar juara kembali datang dari nomor ganda campuran lewat Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja di Macau Open 2014.

Kemudian di Macau Open 2017, giliran sektor ganda putra yang menyumbang gelar untuk Indonesia melalui Wahyu Nayaka/Ade Yusuf.

Setelah gelar juara Wahyu/Ade, Indonesia mengalami nirgelar hingga 2024.

Hingga pada akhirnya, Indonesia kembali naik podium tertinggi lewat tunggal putra Alwi Farhan yang menjuarai Macau Open 2025.

Keberhasilan Alwi juara Macau Open 2025 diharapkan bisa berlanjut pada edisi 2026 lewat Leo/Daniel dkk yang saat ini tengah berjuang.

(Tribunnews.com/Isnaini)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini