Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ajang piala AFF Suzuki 2010 telah menorehkan sejarah baru bagi persepakbolaan timnas Indonesia. Betapa tidak, sejak pertandingan di babak penyisihan, timnas Indonesia mampu membius masyarakat Indonesia.
Tak ayal, setiap pertandingan Indonesia yang digelar SUGBK selalu sesak dengan suporter yang ingin melihat secara langsung Firman Utina cs saat berlaga di SUGBK.
Namun, antusiame masyarakat tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Pasalnya, mereka masih diresahkan oleh pihak panitia yang tidak tegas dalam pendisribusian tiket.
Hal ini diungkapkan seorang suporter asal Semarang, Arsa. Menurutnya, pihak panitia dinilai gagal dalam menyukseskan piala AFF 2010 ini. Terbukti hingga hari ini, masalah tiket ini menjadi perbincangan di banyak kalangan.
"Mau beli tiket aja kayak ngemis. Saya jauh-jauh dari Semarang bawa uang untuk beli tiket, bukan ngemis," tegas Arsa yang mengaku sebagai buruh pabrik material kepada tribunnews.com, Senin (27/12/2010).
Saat dihimbau untuk mengantri, ia mengantri. Tak lelah meski cuaca saat itu panas. Bahkan ia tak patah arang disaat hujan deras sedang melanda.
"Panas dipanasin, hujan dihujanin tapia saya tetap tertib, tapi tiket tidak ada kepastian," ujarnya.
Ia menyayangakan sikap panitia yanga seolah "menganaktirikan" suporter yang ingin membeli tiket kategori III dengan harga Rp 50.000 ini.
"Ini baru piala AFF apalagi masuk Piala Dunia, gimana ya?," tandasnya.(*)
Mau Beli Tiket Saja Kayak Ngemis
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan