TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Ketua Umum Persema Malang Peni Suparto mengatakan Irfan Bachdim (22 tahun) dan Kim Kurniawan (20 tahun) akan tetap bersama Persema Malang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).
"Persema Malang dan seluruh warga Kota Malang berterima kasih kepada Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan yang akan tetap membela dan bergabung dengan Persema Malang di kompetisi sepakbola profesional LPI," ungkap Peni Suparto.
Seperti diketahui, Persema Malang mengundurkan diri dari kompetisi ISL berdasarkan Surat Manajemen Klub Persema Malang tertanggal 24 Desember 2010 Nomor 83/PERSEMA-ISL/XII/2010 perihal Pengunduran Diri dari Kompetisi ISL 2010/2011.
Mengenai bergabungnya ke LPI, Persema Malang merasakan atmosfir kebebasan dalam berkompetisi.
"Rasa-rasanya kami seperti orang yang merdeka (setelah keluar dari ISL). Tidak akan ada lagi ketakutan yang akan menghantui pemain, pelatih, dan wasit dari teror SMS yang mengancam di setiap menjelang pertandingan. LPI menjanjikan akan menegakkan fair play, sehingga pertandingan dapat berlangsung bersih dan para pemain akan memperlihatkan kemampuan terbaiknya di atas lapangan," tegas Peni Suparto, yang sehari-hari adalah Walikota Malang.
Menurut Peni, apa yang dilakukan Persema Malang sejalan dengan cita-cita PSSI. Yaitu memajukan sepakbola nasional di Indonesia.
"PSSI kan ingin sepakbola kita maju. Kami melihat LPI dapat mempercepat kemajuan itu. Apalagi klub-klub di LPI tidak menggunakan uang rakyat, dana APBD. Persema Malang, juga PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro yang mundur dari ISL, sudah siap menjadi klub profesional yang tidak tergantung dana APBD," tambah Peni Suparto.
Alokasi dana APBD untuk Persema Malang, masih menurut Peni, akan dipergunakan untuk membangun lima lapangan sepakbola berstandard internasional di lima kecamatan di Kota Malang.
"Dengan banyaknya lapangan sepakbola yang baik memberi kesempatan kepada anak-anak dan anak muda di Kota Malang untuk menjadi pemain sepakbola hebat seperti Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan," tutur Peni Suparto.
Kepindahan Persema Malang ke LPI juga merupakan bukti dari pelaksanaan butir-butir hasil Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang berlangsung di Malang pada Maret tahun lalu.
Kota Malang diakui oleh Peni Suparto adalah Kota Revolusi Sepakbola Nasional. Kami ikut perubahan menuju raihan prestasi sepakbola Indonesia yang lebih baik di masa datang. Seperti kita ketahui, hasil-hasil KSN diharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat mendorong perubahan sepakbola nasional di Indonesia. (oro)
Terimakasih Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan
Editor: Toni Bramantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger