Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencoretan dua nama baru bakal calon Ketua
Umum PSSI, George Toisutta dan Arifin Panigoro oleh tim verifikasi PSSI
mengundang reaksi besar-besaran dari masyarakat sepakbola. Mereka
mengecam pengurus PSSI yang membuat organisasi itu tak lagi milik
rakyat, tapi milik Nurdin Halid dan kroni-kroninya.
Selain menggelar berbagai pertemuan dan aksi turun ke jalan, mereka
juga mengagendakan sejumlah aksi mendesak perubahan di tubuh PSSI.
Bahkan, gerakan besar-besaran untuk membubarkan paksa PSSI dibawah
tirani Nurdin Halid juga sedang digalang.
"Revolusi sepakbola sudah dimulai. Dan itu harus didukung. Saya kira,
bendera perlawanan terhadap mafia sepakbola sudah dikibarkan, pantang
untuk diturunkan," ujar mantan kuasa hukum Persebaya Surabaya yang kini menjabat Ketua Komisi Disiplin LPI, Muhammad Sholeh, Senin (21/2/2011).
Tidak hanya turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka mengenai
revolusi di tubuh PSSI, masyarakat sepakbola yang terdiri dari unsur
suporter dan warga pecinta sepakbola tersebut juga akan menduduki
kantor PSSI sebagai bentuk perlawanan.
Menurut. Sholeh, gerakan massa harusnya tidak hanya berada di PSSI,
tetapi juga mendesak Kejaksaan mengungkap dengan cepat kasus dugaan
suap Nurdin Halid yang diduga terseret kasus suap Persisam Samarinda.
"Gerakan massa ini harus dua arah. Satu menduduki kantor PSSI, yang kedua menduduki Kejaksaan Agung.
Massa harus minta supaya Kejaksaan menahan Nurdin dalam kasus suap
persisam. Saya percaya dengan gerakan massa menduduki kantor PSSI itu
akan membuat mereka (Nurdin cs) bisa turun," ujar Sholeh.
M Sholeh: Revolusi Sepakbola Sudah Dimulai
Penulis: Alie Usman
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan