TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Pascatragedi Port Said yang menewaskan 73 suporter sepakbola, Rabu (1/2/2012) waktu setempat, Federasi Sepakbola Mesir (EFA), memutuskan untuk menghentikan jalannya liga di negara tersebut.
Tragedi berdarah kembali terjadi dalam dunia sepak bola. Setidaknya 73 orang tewas dan 136 orang mengalami luka-luka setelah terjadi kerusuhan dalam pertandingan Liga Premier Mesir antara Al-Masry melawan Al-Ahly.
Tragedi bermula saat ribuan suporter Al-Masry menyerbu ke lapangan dan mengejar pemain dan staf Ahly usai berlangsungnya pertandingan. Mereka juga mengejar pendukung Ahly dan melakukan aksi pembakaran.
Pascakejadian tersebut, Federasi Sepakbola Mesir langsung mengeluarkan dua penyertaan penting, yakni mengumumkan masa berkabung dan menghentikan sementara jalannya liga.
"Federasi Sepakbola Mesir memutuskan untuk menghentikan liga sepakbola yang terdiri empat divisi untuk jangka waktu tak tertentu setelah terjadi kerusuhan dalam pertandingan antara Al Masry dan Al-Ahly, yang merepresentasikan pukulan tragis di tengah dunia olahraga pada umumnya dan sepak bola pada khususnya," demikian penyataan Federasi Sepak Bola Mesir.
"Federasi juga mengumumkan sepakbola Mesir akan berkabung selama tiga hari bagi korban yang meninggal di tengah pertandingan Al Masry-Ahly."
Baca tanpa iklan