News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tentara dan Polisi Diduga Dalang Kerusuhan Sepakbola Mesir

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kerusuhan Sepakbola di Mesir

TRIBUNNEWS.COM, KAIRO – Kerusuhan suporter yang menewaskan 74 orang (sebelumnya diberitakan 73 orang), di pertandingan Liga Mesir antara Al-Masry melawan Al-Ahly, Kamis (2/2/2012) dinihari WIB, diduga melibatkan kalangan polisi dan militer. Pasalnya saat kerusuhan terjadi, tidak tampak upaya aparat keamanan melakukan pencegahan.

"Tidak ada yang bergerak. Tidak ada petugas keamanan dan ambulan. Juga tidak ada upaya pengamanan," ungkap pemain Al-Ahly, Mohamed Abo Treika, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Karena itulah, kata dia, suporter tuan rumah begitu leluasa masuk ke lapangan, dan kemudian menyerang pemain tim tamu. Bahkan saat keributan meluas ke luar stadion, polisi juga tidak terlihat.

Sebelumnya Ikhwanul Muslimin, kekuatan politik terbesar di Mesir, menuding pendukung presiden terguling, Hosni Mubarak, merupakan provokator yang memicu terjadinya kekerasan antar suporter dalam pertandingan tersebutMasry.

"Peristiwa di Port Said, direncanakan dan merupakan pesan dari sisa-sisa rezim sebelumnya," kata anggota parlemen, Essam al-Erian, seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/2/2012).

Nah, dari kabar yang beredar, militer dan polisi adalah merupakan kelompok pendukung Hosni Mubarak. Mereka dikabarkan sengaja membiarkan terjadinya kerusuhan, sebagai aksi pembalasan terhadap gerakan protes dari kelompok garis keras yang memunculkan revolusi di Mesir.

Pasalnya selama ini, kelompok yang anti-militer ini banyak berada di organisasi garis keras atau lebih dikenal sebagai ultras dari suporter klub sepakbola.

Merekalah yang selama ini sering menyuarakan anti-polisi dan militer yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan selama rezim Hosni Mubarak. Saat menggelar demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri, mereka berkumpul di sekitar markas klub Al-Ahly di Kairo. Akibatnya, fans klub itu dituding ikut terlibat dalam aksi protes.

Menurut sejumlah saksi mata, petugas keamanan memang seperti membiarkan kerusuhan terjadi. Bahkan menjelang pertandingan, petugas di pintu masuk seperti membiarkan suporter membawa pisau ke stadion.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini