TRIBUNNEWS.COM - Seperti sebuah bunga, Cesc Fabregas terus berkembang bersama Barcelona sejak menjadi bagian tim Catalan di awal musim ini. Gelandang brilian ini mampu memberi dampak besar terhadap sistem permainan Barcelona dan membantu meraih berbagai prestasi.
Dengan adaptasi cepat dan penampilan impresif, kini Fabregas mengincar gelar idaman, trofi Liga Champions. Tentu ada banyak tangga yang harus "didaki" untuk membawa Barcelona kembali merajai kompetisi elite Eropa tersebut.
Setelah menyelesaikan fase penyisihan grup dengan sempurna, Barcelona akan kembali bertarung di fase knockout pertama babak 16 besar. Wakil Jerman Bayer Leverkusen sudah menanti kedatangan juara bertahan di BayArena, Rabu (15/2) dini hari, untuk pertandingan leg pertama.
"Gelar yang sangat ingin saya raih adalah Liga Champions. Kompetisi ini memberiku perasaan spesial. Ini memberiku nilai lebih, begitu juga yang dirasakan oleh mayoritas pemain lain," kata Fabregas dilansir UEFA.com, Senin (13/2).
Kapasitas Febregas sebagai seorang gelandang serang memang sangat mumpuni untuk membawa Barcelona menjuarai Champions. Belum genap satu tahun berada di tim Catalan, performa impresif telah ditunjukkan mantan kapten Arsenal tersebut.
Mencetak 15 gol di semua kompetisi dengan tujuh assist adalah fakta tak terbantahkan tentang kontribusi pemain didikan akademi La Masia ini. Kehadiran Fabregas juga memberi variasi warna sistem permainan Blaugrana yang belum pernah berubah sejak tiga tahun belakangan.
Selain sebagai gelandang, pemain berusia 24 tahun ini bisa bermain sebagai sayap kanan yang biasanya ditempati Lionel Messi. Ia juga kadang berperan sebagai pemain "nomor 9" alias penyerang tengah, dengan Messi di kanan dan Alexis Sanchez di kiri.
"Saya merasa menemukan kenyamanan bermain saat berada di depan. Ini memudahkan saya mencetak gol atau memberi assist. Tapi saya masih perlu belajar lebih banyak terutama saat mundur ke belakang. Terkadang saya kurang sabar," tutur pemilik nomor punggung 4 ini.
Dengan komposisi tersebut, Barcelona yang biasanya menganut pola 4-3-3, terkadang berubah formasi ke 3-1-3-3. Sergio Busquets diinstruksikan fokus ke pertahanan dengan memberi kesempatan selebar-lebarnya kepada fullback Dani Alves dan Eric Abidal membantu serangan.
Untuk pertandingan melawan Leverkusen, Fabregas hampir dipastikan akan kembali jadi tumpuan Barcelona. Bahkan Pelatih Pep Guardiola telah mempersiapkan pemain kesayangannya itu dengan hanya dimainkan selama 15 menit di pertandingan terakhir La Liga Spanyol melawan Osasuna.
Bagi Leverkusen, kedatangan Barcelona adalah tantangan besar. Namun mereka akan tetap menyambut juara bertahan itu dengan optimisme tinggi mengingat leg pertama berlangsung di kandang sendiri.
"Barcelona tanpa diragukan sangat difavoritkan tapi kami akan membuat mereka sesulit mungkin. Kami akan berusaha meraih poin di kandang tapi akan sangat sulit bermain di Camp Nou nanti," kata gelandang Leverkusen, Gonzalo Castro dilansir insidefootball.com
Pertarungan di lini kedua akan jadi kunci strategi Leverkusen untuk memenangkan pertandingan melawan Barcelona. Tapi sangat disayangkan tuan rumah takdiperkuat gelandang kenyang pengalaman, Michael Ballack, karena cedera.
Tanpa kehadiran Ballack tentunya memberi angin kepada Fabregas, Xavi, dan Iniesta untuk berkreasi dan melancarkan serangan. Dengan fakta Barca hanya kalah sekali dalam sembilan penampilan di Liga Champions, rasanya berat bagi Leverkusen untuk meraih kemenangan.(Tribunnews.com/cen)
Live on RCTI
Rabu (15/2) pukul 02.45 WIB
Baca tanpa iklan