Liga Italia
Live on Indosiar
Minggu (26/2) pukul 02.45 WIB
DUA nama menjulang sebelum grande partita Serie A Italia, AC Milan kontra Juventus, di Stadion San Siro, Milan Minggu (26/2) dini hari. Keduanya adalah Alexandre Pato dan Andrea Pirlo, yang diprediksi bakal menjadi pemain kunci dalam laga penentu Scudetto ini.
Beberapa media Italia, terutama yang berbasis di Milan dan Turin seperti Tuttosport dan Gazzetta, menyebut kehadiran keduanya dalam satu panggung menjadi Il Fulmine.
Terjemahan bebas kosakata tersebut adalah bertabur sinar. Namun melihat kondisi kedua tim, boleh jadi maksud dari frasa tersebut adalah sang Pencerah.
Bagi tuan rumah, kehadiran Pato memang menjadikan suasana sedikit lebih 'terang'. Hal tersebut terjadi setelah bomber utama, Zlatan Ibrahimovic, dipastikan absen melawan mantan klubnya.
Ketiadaan Ibra diprediksi sangat memengaruhi pola permainan, aliran bola, dan ketajaman dari I Rossoneri. Statistik di Serie A menyebut, Ibra berada di posisi teratas dalam urusan shots and goals dengan 73 kali, jumlah gol 15 biji, dan assist berada di posisi kedua, 53.
Kehadiran Pato paling tidak memberi asa 'pencerahan' untuk membantu Robinho yang tadinya harus bekerja sendirian jika si Bebek Ajaib tak jua sembuh dari cedera.
"Pato sudah kembali berlatih, dalam kondisi bugar, dan itu memberi kami kekuatan segar yang lebih. Sekarang saya tak perlu pusing memikirkan sektor penggedor karena ada Pato, Robinho, Maxi Lopez, dan Pippo (Inzaghi)," kata Pelatih AC Milan, Massimiliao Allegri, dikutip Gazzetta.it, Jumat (24/2).
Jika Allegri gembira dengan stok lini depan, Pelatih Juventus, Antonio Conte, bahagia dengan kehadiran sosok Pirlo. Baginya Pirlo sangat berharga dan bisa memberi gambaran nyata tentang kualitas Milan.
Bersama Milan selam 10 tahun di San Siro, membuat gelandang brilian ini sangat mengerti seluk beluk stadion keramat tersebut, juga pemiliknya. Hal itu sudah terbukti dengan dua kemenangan musim ini, yakni di Serie A dan Coppa Italia.
"Berikan saja bola pada Andrea, berikan dia kebebasan untuk mengkreasi serangan, sementara pemain lain bergerak mendapatkan tempat. Andrea punya insting lebih dari sekadar playmaker. Satu hal yang membuatku lebih senang, kualitas fisiknya selalu terjaga, dan itu membuatnya unggul dari pemain lainnya," kata Conte di Tuttosport.it.
Omongan arsitek berusia 42 tahun ini benar. Perbandingan dengan skuad Milan, Pirlo unggul dalam statistik assist dan penguasaan lapangan. Catatan di Panini Digital for Legaseriea.it, mengungkapkan, Pirlo sudah mengemas 61 umpan matang dan tujuh di antaranya berbuah gol. Pekan lalu, ia mencetak satu gol dan dua assist melawan Catania.
Hanya saja, eks Brescia ini mengaku tak terlalu terpengaruh dengan gosip di luar arena yang menyebut dirinya akan melakukan aksi balas dendam untuk kali ketiga.
"Saya tidak akan melakukan hal-hal gegabah karena pertandingan nanti sangat penting bagi perjalanan kami ke depannya. Saya harus mengutamakan harmonisasi tim. Saya memang mengenal AC Milan, tapi sekarang tentu berbeda. Saya tidak berpikir kami adalah favorit untuk pertandingan ini. Saya hanya berharap semua pemain dapat mengambil peran penting," beber Pirlo.
Pirlo berharap grande partita ini akan menghadirkan laga yang indah dan menarik. Hasil partai ini akan menjadi salah satu penentu Scudetto musim ini. Milan sementara memimpin klasemen dengan 50 poin dari 24 laga, Juve menempel dengan terpaut satu angka dan satu laga. (Tribunnews.com/bud)
Baca tanpa iklan