News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Umpat Wasit, Aji Santoso Disanksi FIFA

Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aji Santoso

TRIBUNNEWS.COM - Mantan pelatih timnas senior Indonesia, Aji Santoso, dikenakan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA. Selain dihukum dengan tidak bisa mendampingi timnas selama empat pertandingan, mantan asisten Rahmad Darmawan itu juga dikenakan denda sebesar 6000 franc Swiss.

Sanksi itu sendiri keluar setelah Aji terbukti melontarkan perkataan yang menuding ada permainan uang di laga antara Bahrain melawan Indonesia, di Manama, Bahrain, dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2014. Dalam laga itu, Indonesia dikalahkan 0-10.

"Aji Santoso terbukti melanggar pasal 48 kode disiplin FIFA, tentang pernyataan menyerang perangkat pertandingan," terang FIFA di dalam surat tertanggal 30 Maret 2012 yang dikirimkan ke PSSI.

FIFA tidak sembarangan. Sebelum memutus sanksi itu, FIFA telah melakukan pemeriksaan terhadap wasit yang memimpin pertandingan Bahrain kontra Indonesia, Andre Al-Haddad.

Selain itu pemeriksaan juga dilakukan kepada Komisioner pertandingan, Manirul Islam. Dari pemeriksaan yang dilakukan pada 5 Maret itu, Aji terbukti melontarkan kalimat yang menyerang perangkat pertandingan.

"Saat itu, asisten wasit, Birak Ziad yang memberitahu wasit Andre Haddad bahwa Aji telah mengeluarkan pernyataan yang menyerang, sehingga kemudian Aji dikartumerahkan," sambung pernyataan FIFA.

Menyoal sanksi yang diberikan kepada Aji, PSSI sendiri angkat suara. Lewat Direktur Legal Finantha Rudy, PSSI menegaskan menerima dan tidak akan melakukan banding.

Hanya saja, sambung Finantha, keputusan PSSI menanggapi sanksi Aji itu bisa berubah. Perubahan itu terjadi apabila dalam pemeriksaan terhadap pertandingan Bahrain melawan Indonesia terbukti ada kecurangan.

"Nah, kalau hasil investigasi FIFA terbukti ada jual-beli pertandingan, maka kami akan melakukan banding terhadap sanksi FIFA kepada Aji. Mungkin, kami akan membawa persoalan itu ke pengadilan arbitrase internasional untuk olahraga (CAS)," jelas Finantha.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini