Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manager timnas Indonesia, Ramadhan Pohan, mengatakan bahwa penunjukan dirinya sebagai manager adalah untuk menjawab kerinduan masyarakat terhadap prestasi Indonesia.
"Ini bagian kerinduan saya juga untuk melihat timnas lebih berprestasi. Ini sebuah kehormatan dan kesempatan bagi saya untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," tandasnya di kantor PSSI, Senin (23/4/2012).
Ramadhan mengatakan, saat pertama kali ditawarkan menjadu manajer timnas, ia sempat berpikir terlebih dahulu, apakah menerima atau menolak. "Saya berpikir, apakah ini sudah bisa saya lakukan. Setelah saya pikirkan lebih dalam, maka saya katakan bahwa ini adalah bagian kecintaan terhadap sepakbola, selain ada tanggungjawab di situ," ucapnya.
"Memang yang menjadi aktor adalah pemain. Kami hanya pendukung, kami dalam konteks manager, lebih kepada faktor internal dan eksternal yang ujungnya timnas bisa solid dan kokoh," ujarnya.
Ramadhan pun juga mengatakan pada tahun 1970-an hingga awal 1980-an, Timnas Indonesia dijuluki Macan Asia, karena prestasi gemilang yang ditorehkan. Ramadhan pun berjanji akan kembali membuat Timnas disegani di Asia. "Saat ini kita juga bisa menuju ke sana," katanya.
Baca tanpa iklan