TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PSSI versi La Nyalla, Joko Driyono, menyerahkan keputusan untuk memberikan sanksi pemain dari kompetisi Indonesia Super League yang membela Timnas Indonesia versi Djohar Arifin, kepada klub.
Di pertandingan Timnas Indonesia melawan Valencia, Sabtu (4/8/2012) malam, sejumlah pemain dari klub yang berlaga di kompetisi ISL, yaitu Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Firman Utina, Ponaryo Astaman, M. Ridwan (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon), bermain membela Timnas Indonesia versi PSSI Djohar Arifin.
“Tadi PT Liga Indonesia dan klub ISL sudah membahas soal sanksi pemain, kami memutuskan mengenai penjatuhan sanksi kepada pemain itu merupakan kewenangan masing-masing klub. Bentuk sanksi seperti apa dan pelaksanaannya bagaiman, itu ada di mekanisme klub,”tutur Joko Driyono.
Joko Driyono mengatakan, dalam memberikan sanksi kepada pemain, klub harus berhati-hati di dalam menerapkan sanksi kepada pemain.
“Mayoritas klub melihat bahwa itu adalah pemain kita, tidak boleh orang tua bertengkar kemudian kita mengamputasi anak kita dan itu harus dimengerti. Kita bukan pak RT yang menyuruh rumah tangga masing-masing menghukum anaknya sendiri, hubungan pemain dengan klub, ibarat hubungan anak dan bapak,” tambahnya.
Baca tanpa iklan