News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

La Siya: Biarkan LPIS dan LIano Dapat Sanksi Sosial

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya menganggap, PT Liga Prima Indonesia Sportindo tidak serius di dalam memberikan sanksi skorsing kepada Liano Mahardika dalam kasus pencatutan nama Pesebaya Surabaya dalam proses transfer Titus Bonai.

PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto menjatuhkan sanksi skorsing 3 bulan kepada Liano Mahardika karena terbukti menjadi penghubung antara Titus Bonai dengan agen dari Eropa.

Selain itu, Liano juga terbukti melakukan perubahan Administrasi dalam transfer matching system (TMS) dengan menyebutkan klub lama Tibo adalah Persebaya Surabaya dalam proses transfer ke klub Thailand Premier League, BEC Tero Sasana.

Proses transfer Titus Bonai ke klub BEC Tero Sasana tidak terlaksana, karena klub Thailand Premier League itu mengetahui bahwa Tibo adalah pemain Persipura Jayapura bukan Persebaya Surabaya.

"Barangkali itu hanya sanksi akal-akalan saja yang diberikan PT LPIS kepada LIano Mahardika. Persipura tidak akan mempermasalahkan hal ini, biarkan PT LPIS dan LIano mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat," kata La Siya.

Executive Committee PSSI versi La Nyalla itu mengatakan, dengan adanya kejadian ini, masyarakat bisa mengetahui permasalahan secara jelas. Biarkan masyarakat yang menghukum mereka akibat kelakuan mereka yang tidak benar.

"LIano Mahardika itu adalah orang kepercayaan Widjajanto, seharusnya Widjajanto malu terhadap kelakuan anak buahnya. Kekurangan PT LPIS mau tidak mau akan terungkap juga, dengan adanya kejadian ini," tutur La Siya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini