TRIBUNNEWS.COM, JEPARA - Kesulitan keuangan yang melanda klub peserta kompetisi Indonesia Premier League (IPL) Persijap Jepara membuat klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu berkeinginan untuk pindah ke kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Seperti dilansir dari situs resmi klub Persijap Jepara, persijapjepara.com, kabar mengenai keinginan klub Persijap pindah dari kompetisi Indonesia Premier League ke Indonesia Super League bukan kabar baru. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat disebut-sebut menjadi satu dari tiga tim Indonesia Premier League yang musim depan memilih berkipirah di Indonesia Super League, selain Semen Padang dan Persiba Bantul.
Masih menurut persijapjepara.com, salah satu alasan mengapa klub Persija Jepara memilih pergi dari kompetisi IPL, karena macetnya gaji para pemain Persijap. Dari pembicaraan terakhir dengan PT Mitra Bola Indonesia, investor tersebut menyatakan kesulitan untuk membayar sisa kontrak
pemain yang berakhir pada Oktober mendatang.
Membahas rencana kepindahan ke ISL, General Manajer Persijap Jepara, Chaerul Mushonnif mengatakan, akan bertemu dengan CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono untuk membahas mengenai rencana kepindahan Persijap pindah ke ISL.
Saat dihubungi wartawan, Jumat (31/8/2012), CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono membenarkan, bahwa telah bertemu dengan perwakilan Persijap di Kantor PT Liga Indonesia di Apartemen Rasuna, Kuningan, Jakarta, Jumat pagi.
Menurut Djoko Driyono, pertemuan itu benar adanya dan dihadiri oleh General Manajer Persijap, Chaerul Mushonnif.
"Di dalam pertemuan itu membahas berbagai hal tertutama mengenai kompetisi Indonesia Super League ke depannya. Jadi hanya tukar pemikiran mengenai ISL, seperti diskusi. Tapi saya belum mau mengatakan apapun, karena untuk saat ini saya menghormati kerja Joint Committee," tuturnya.
Baca juga:
Baca tanpa iklan