TRIBUNNEWS.COM - Kelompok suporter pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, menggelar aksi damai di depan kantor manajemen Persija Jakarta di Pintu VIII Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (20/12/2012) siang.
Dalam aksi tersebut, sekitar 20 anggota Jakmania membentangkan spanduk bertuliskan "14-20-23 Tetap di Persija Bersama Kami dan Juara". Selain membentangkan spanduk, mereka juga melakukan aksi tutup mulut.
Nomor-nomor 14-20-23 merupakan nomor punggung tiga ikon Persija, yakni, Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas, dan Leo Saputra. Ketiga pemain senior tersebut hingga saat ini belum diketahui kejelasan nasibnya, apakah akan tetap bertahan di Persija, atau dilepas ke klub lain.
Koordinator Wilayah (Korwil) Garis Keras The Jakmania, Abi Irland mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menuntut kejelasan kepada manajemen Persija, mengenai nasib dua pemain senior Persija, Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas.
Dua ikon klub berjuluk Macan Kemayoran itu sudah lama tidak terlihat mengikuti pemusatan latihan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta ataupun di Lapangan Sawangan Depok. Begitu pula di dua turnamen persiapan pra musim yaitu, Trofeo Persija 2012 dan Inter Island Cup 2012.
"Kami menuntut kejelasan dari manajemen mengenai keberadaan dua pemain itu. Kalau mereka tidak mau dikontrak bukan seperti ini cara memperlakukan pemain yang loyal kepada klubnya," ujarnya.
Aksi yang dilakukan Jakmania itu merupakan aksi pertama yang digelar di depan kantor Persija, tetapi pemasangan spanduk bertuliskan permintaan supaya ikon Persija tetap di klubnya sudah beberapa kali dilakukan saat klub menggelar latihan.
"Kami berharap manajemen Persija paham dan mengerti akan hal ini. Kalau didiamkan saja maka saya yakin aksi ini akan membesar. Pasti pada pertandingan pertama Persija di kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada Januari nanti akan ada aksi yang lebih besar," tambahnya.
Baca tanpa iklan